Logo Bloomberg Technoz

Pandu menyatakan penetapan mitra terpilih tersebut selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 109/2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dia menegaskan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah dengan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA), serta mendukung pembangkit energi yang berkelanjutan.

“Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas waste to energy [WtE] dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas,” kata Pandu.

“Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih.”

Adapun, sejumlah proyek PLTSa yang dilelang pada putaran pertama di antaranya DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar.

Sekadar catatan, dua pemenang lelang tersebut ditetapkan selepas evaluasi menyeluruh terhadap daftar penyedia terseleksi atau DPT yang mengikuti lelang.

“Rencana akhir Februari ini akan kita announce setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari segi technical, dari segi financial, dari segi teknologi,” kata Rosan seusai kegiatan Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026). 

Selanjutnya, Rosan mengatakan, lembagannya bakal membuka putaran lelang tahap dua proyek PLTSa bulan depan.

Rosan membeberkan lelang tahap dua itu bakal menyasar pada 12 kota. Adapun, lelang putaran pertama hanya menyasar pada 4 kota. Danantara menetapkan kriteria ketat bagi calon mitra proyek WtE.

Dari sisi kapabilitas teknis, peserta harus memiliki pengalaman mengoperasikan fasilitas WtE dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari, serta rekam jejak terbukti dalam operasi dan pemeliharaan (O&M) pembangkit WtE.

Dari aspek kapabilitas finansial, calon mitra diwajibkan memiliki aset minimal Rp2,5 triliun per tahun dalam tiga tahun terakhir, ekuitas sekurang-kurangnya Rp700 miliar, serta pendapatan kumulatif minimal Rp900 miliar dalam periode yang sama.

Selain itu, struktur keuangan harus mencerminkan rasio utang yang sehat dengan debt to equity ratio (DER) maksimal empat kali.

Dari sisi kapabilitas pembiayaan, peserta tender harus memiliki pengalaman dalam pembiayaan setidaknya satu proyek WtE.

Sebagai hasil awal seleksi, sebanyak 24 perusahaan dinyatakan lolos sebagai peserta DPT pada Oktober 2025.

Hanya perusahaan yang masuk dalam daftar DPT tersebut yang berhak mengajukan permintaan proposal (RFP), khususnya untuk wilayah yang dinilai siap dikembangkan sebagai proyek WtE.

Tahap berikutnya adalah negosiasi dan penunjukan mitra yang ditargetkan rampung pada Februari 2026, diikuti penyelesaian aspek legal serta persiapan EPC pada Maret—Mei 2026.

Dengan demikian, groundbreaking proyek WtE direncanakan berlangsung bertahap pada Maret hingga Juni 2026, atau pada kuartal II-2026.

Berikut daftar DPT pemilihan mitra kerja sama badan usaha pengembang dan pengelola (BUPP) PSEL:

  • Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
  • ITOCHU Corporation
  • China Everbright Environment Group Limited
  • Kanadevia Corporation
  • PT MCC Technology Indonesia (MCC)
  • China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP)
  • GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
  • Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd
  • Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd
  • SUS Indonesia Holding Limited
  • Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd
  • Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
  • CEVIA Enviro Inc.
  • China Conch Venture Holding Limited
  • China TianYing Inc
  • PT Jinjiang Environment Indonesia
  • Wangneng Environment Co., Ltd
  • Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd
  • Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET)
  • Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd
  • Grandblue Environment Co., Ltd
  • Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc
  • Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
  • QiaoYin City Management Co., Ltd

(azr/wdh)

No more pages