Logo Bloomberg Technoz

Saat ini, investor global terpantau mulai menarik dana mereka dari pasar-pasar utama Asia yang sedang berkembang. Sejak perang pecah, pemodal asing telah menarik sekitar US$1,3 miliar dari India. Eksodus modal lebih besar terjadi di Taiwan dan Korea Selatan yang didominasi sektor cip; sekitar US$7,9 miliar ditarik dari Taiwan pekan ini—menjadi arus keluar mingguan terbesar bagi negara tersebut—sementara US$1,6 miliar keluar dari Korea Selatan.

Langkah terbaru Morgan Stanley ini muncul hanya sekitar seminggu setelah mereka sempat memprediksi bahwa pasar negara berkembang (emerging markets) bersiap menghadapi pertumbuhan laba terkuat sejak siklus super 2002–2004, yang didorong oleh lonjakan investasi AI.

Namun, dalam catatan terbaru mereka, tim strategis juga memangkas peringkat Uni Emirat Arab (UEA) menjadi equal-weight dari sebelumnya overweight. Sebaliknya, Taiwan dan Arab Saudi justru dinaikkan peringkatnya menjadi equal-weight dari sebelumnya underweight.

Korea Selatan tetap dipertahankan pada posisi equal-weight, meski para analis mencatat adanya "pendorong tematik yang kuat" di sana. Morgan Stanley juga tetap mempertahankan posisi overweight untuk pasar Jepang dan Singapura.

Dalam beberapa bulan terakhir, Morgan Stanley mulai menambah saham-saham bertema sumber daya alam ke dalam daftar rekomendasi mereka, merujuk pada kenaikan harga tembaga dan aset fisik lainnya. Kuatnya permintaan AI dan ekspansi pusat data menjadi pendorong utama kenaikan ini. Jonathan Garner, dalam konferensi di Sydney pekan ini, menyebutkan bahwa saham material Australia dan energi Thailand merupakan pihak yang paling berpeluang mendapatkan keuntungan dari tren tersebut.

(bbn)

No more pages