Pengaturan ini akan mengurangi risiko sanksi yang mengganggu aktivitas penyulingan minyak Jerman pada saat perang yang semakin memanas di Timur Tengah mengguncang pasar energi global.
Rosneft Deutschland memiliki saham di tiga kilang minyak Jerman, yang menyumbang 12% dari total kapasitas pengolahan nasional, termasuk pabrik Schwedt milik PCK Raffinerie GmbH di dekat Berlin. Perusahaan ini juga memiliki saham di pipa minyak mentah Transalpine.
AS awalnya memberi Jerman batas waktu enam bulan untuk menyelesaikan masalah kepemilikan aset Rosneft, yang akan berakhir pada 29 April 2026. Berlin kesulitan menemukan pembeli yang bersedia mengambil alih aset tersebut dan juga berusaha menghindari nasionalisasi aset tersebut karena khawatir Kremlin akan membalas dendam terhadap perusahaan Jerman yang beroperasi di Rusia.
(bbn)






























