"Ketika sebuah pasar di negara lain itu tidak disuplai oleh negara lainnya, atau pemasok kosong, kita ingin memanfaatkan wilayah-wilayah yang [pasokannya] kosong itu," kata Busan.
"Tapi kita harus jeli juga, mempertimbangkan, kita survei apakah benar-benar daerah itu memang banyak terganggu [arus perdagangan ekspor] nya."
Salah satu yang dimanfaatkan otoritas perdagangan negara yakni pemanfaatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang masih membuka peluang ekspor baru.
UMKM, kata dia, dinilai dapat menjadi pemasok jangka pendek untuk negara-negara yang membutuhkan pasokan.
"Kenapa? UMKM itu sebenarnya lebih mudah. Dia kebanyakan ekspornya baru, sehingga [bisa jadi opsi] jangka pendek. Mana pasar-pasar yang bisa dijalani,' kata dia.
"Kami dengan Dirjen tadi sedang memetakan mana saja negara-negaranya, seperti Asia Tenggara, kemudian Afrika, ya kita masukin untuk mengisi kekosongan tadi."
(ain)




























