"Garis merah perlindungan warga sipil tidak boleh dilanggar. Target non-militer, termasuk fasilitas energi, ekonomi, dan sipil, tidak boleh diserang. Keselamatan jalur pelayaran harus dijaga," tegas Wang dalam percakapannya dengan Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan.
Mendesak Dialog Segera
Dalam panggilan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud Wang menyatakan bahwa meluas dan meningkatnya konflik hingga ke Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya bukanlah hal yang diinginkan China. Ia menambahkan bahwa penggunaan kekuatan militer secara membabi buta tidak dapat diterima, terlepas dari apa pun alasannya.
"China mendesak semua pihak untuk menghentikan operasi militer, segera kembali ke meja dialog dan negosiasi, serta mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut," ujar Wang.
Awal pekan ini, Beijing telah mendesak semua pihak yang terlibat dalam perang Iran untuk menjamin keamanan perlintasan kapal di Selat Hormuz. Lalu lintas tanker di jalur nadi energi tersebut terhenti setelah AS dan Israel meluncurkan kampanye pengeboman akhir pekan lalu, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran ke seluruh kawasan.
Sebagai importir minyak dan gas terbesar di dunia, China menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Meski memiliki cadangan yang cukup, hampir separuh dari total impor minyak mentah China tercatat melintasi selat tersebut pada Desember lalu.
(bbn)



























