Ia mengungkapkan, salah satu disinformasi yang banyak ditemukan berkaitan dengan isu kesehatan. Pasalnya, Komdigi menerima banyak keluhan dari dokter dan tenaga kesehatan terkait misinformasi yang berdampak serius, bahkan menyebabkan hilangnya nyawa.
"Disinformasi itu berbagai hal. Yang paling utama, paling tinggi adalah disinformasi kesehatan. Dan ini kami banyak sekali menerima komplain, masukan dari dokter-dokter dan mereka yang bergerak di sektor kesehatan terkait miss informasi yang berakibat terhadap hilangnya nyawa anak-anak dan masyarakat," jelasnya.
Selain itu, disinformasi juga marak dalam bentuk kejahatan digital seperti penipuan atau scamming. Jenis berikutnya adalah disinformasi terkait pemerintahan dan pembangunan.
"Kedua, kejahatan digital, termasuk scamming, penipuan-penipuan digital yang juga menjadi salah satu yang terbanyak, laporan-laporannya. Yang ketiga, disinformasi terkait kepemerintahan dan pembangunan," bebernya.
(lav)































