Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, negara-negara besar Eropa lainnya seperti Inggris, Jerman, dan Prancis bersikap lebih hati-hati. Mereka cenderung menghindari pertanyaan terkait legalitas serangan tersebut dan justru menawarkan dukungan pertahanan guna menghadapi serangan balasan dari Iran.

Albares mendesak sekutu-sekutunya di Eropa untuk lebih vokal dalam membela tatanan global yang berbasis aturan.

"Spanyol, Uni Eropa, dan seluruh Eropa harus menjadi suara yang menciptakan keseimbangan, yang berbicara tentang deeskalasi, serta berbicara tentang melindungi dan membela hukum internasional," tegasnya. "Dunia yang didasarkan pada aturan yang terukur jauh lebih baik daripada dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum yang berlaku."

Ini bukan pertama kalinya Spanyol—salah satu dari sedikit negara di Eropa yang dipimpin oleh pemerintahan sosialis—berseberangan dengan kebijakan Trump.

Awal tahun ini, Spanyol mengecam keputusan Trump untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Musim gugur lalu, Spanyol juga melarang pengiriman senjata AS ke Israel melalui pangkalan militernya sebagai bentuk protes atas perang di Gaza.

Selain itu, Spanyol secara terang-terangan menolak tuntutan Washington agar sekutu NATO mengalokasikan 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk anggaran pertahanan. Albares berargumen bahwa Spanyol telah "memenuhi semua permintaan kapasitas yang diminta oleh NATO," dan menegaskan bahwa angka 5% tersebut akan "mengambil sumber daya yang mungkin lebih dibutuhkan di sektor lain."

Salah satu kekhawatiran terbesar bagi Eropa saat serangan terhadap Iran terus berlanjut adalah akses terhadap pasokan energi. Pengiriman gas dan minyak melalui wilayah tersebut mulai terganggu, terutama setelah serangan Iran menghantam beberapa fasilitas produksi utama.

Meski demikian, Albares menyatakan bahwa Spanyol belum memprediksi terjadinya krisis pasokan dalam waktu dekat. Berdasarkan data pemerintah, hanya 5% minyak dan 2% gas Spanyol yang melewati Selat Hormuz.

"Kami memiliki pemasok yang sangat andal, termasuk Amerika Serikat untuk LNG (gas alam cair), misalnya," kata Albares. "Namun yang kami lihat adalah harga-harga mulai melonjak, dan tentu saja ini adalah situasi yang mengkhawatirkan bagi setiap negara di dunia."

(bbn)

No more pages