Logo Bloomberg Technoz

Pertempuran terus berlanjut hingga Rabu, memasuki hari kelima konflik. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah memulai "gelombang serangan luas" yang menargetkan lokasi peluncuran rudal, sistem pertahanan udara, serta infrastruktur Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia. Sebagai jalur esensial bagi perdagangan energi global, selat ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Sejak perang pecah Sabtu lalu, kapal-kapal tanker menghindari titik nadi ini karena risiko yang terus meningkat, termasuk ancaman Teheran terhadap kapal-kapal yang melintas.

“Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan menjamin ALIRAN ENERGI yang BEBAS ke seluruh DUNIA,” tulis Trump di media sosial, meski ia tidak merinci mekanisme asuransi yang akan ditawarkan.

Meski ada janji dari Trump, para pelaku pasar masih bersikap hati-hati. “Ini baru sebatas kata-kata, jadi kita perlu melihat bagaimana pelaksanaannya di lapangan,” ujar Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group. “Bagaimana bentuk pengawalan militer tersebut? Seberapa mahal asuransinya, dan apakah pihak pelayaran merasa cukup aman dengan perlindungan yang diberikan?”

Menanggapi rencana Trump, Teheran kembali mempertegas peringatannya. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz saat ini berada dalam "kondisi perang" dan kapal yang melintas "bisa terancam oleh rudal atau drone liar." Iran mengklaim telah menghantam lebih dari 10 kapal tanker dengan berbagai proyektil karena mengabaikan peringatan mereka.

Di luar isu Timur Tengah, laporan industri menunjukkan stok minyak mentah AS naik 5,7 juta barel pekan lalu. Data resmi pemerintah mengenai cadangan minyak—yang melonjak hampir 16 juta barel pada pekan sebelumnya—dijadwalkan rilis pada Rabu malam waktu setempat.

Harga:

  • WTI untuk pengiriman April naik 1,1% ke US$75,41 per barel pada pukul 07:51 pagi di Singapura.
  • Brent untuk penyelesaian Mei ditutup naik 4,7% di level US$81,40 per barel pada hari Selasa.

(bbn)

No more pages