Meski negara-negara Asia membeli sebagian besar LNG yang dikirim dari Timur Tengah, gangguan ini akan meningkatkan persaingan pasokan alternatif dan mendorong kenaikan harga secara global.
Stok gas Eropa sangat rendah, dan kawasan ini perlu mengimpor volume LNG yang besar musim panas ini untuk mengisi ulang tangki-tangkinya sebelum musim dingin mendatang. Meski pasokan regional belum terganggu secara langsung dan para trader masih menilai berapa lama konflik akan berlangsung, harga acuan naik ke level tertinggi dalam setahun.
QatarEnergy menyatakan force majeure, klausul yang memungkinkannya melewatkan pengiriman LNG yang dikontrak kepada pelanggan tanpa penalti karena peristiwa di luar kendali perusahaan, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut. Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan di fasilitas tersebut.
Pertanyaan utama bagi para trader adalah berapa lama gangguan ini akan berlangsung.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pengeboman terhadap Iran bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Uni Emirat Arab dan Qatar secara diam-diam mendesak sekutu mereka untuk membantu membujuk AS agar mempersingkat operasi militer terhadap Iran, seperti dilaporkan Bloomberg.
Menurut Goldman Sachs Group Inc, jika pengiriman melalui Selat Hormuz dihentikan selama sebulan, harga gas Eropa bisa lebih dari dua kali lipat.
Bahkan jika AS meningkatkan produksi LNG, kemungkinan besar tidak akan cukup untuk mengimbangi pasokan dari Qatar dalam jangka pendek. QatarEnergy dijadwalkan mulai mengekspor LNG dari proyek perluasan Golden Pass di AS dalam beberapa pekan ke depan, tetapi fasilitas tersebut mungkin belum beroperasi penuh hingga tahun depan.
Menambah ketatnya pasar, Israel pada Sabtu memerintahkan penutupan sementara beberapa ladang gasnya, termasuk produsen terbesar Leviathan. Hal itu mendorong Mesir, sebagai importir utama, untuk mencari lebih banyak kargo LNG.
Gangguan di Timur Tengah juga pada akhirnya berpotensi meningkatkan permintaan LNG spot dari Turki, menurut BloombergNEF, karena Turki mengimpor gas melalui pipa dari Iran.
Konflik terus memanas pada Senin, di mana ledakan terdengar di Israel, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang mencegat rudal Iran yang diluncurkan sebagai serangan balasan.
Kontrak berjangka gas Belanda, acuan gas Eropa, ditutup 39% lebih tinggi di €44,51 per megawatt-hours, level tertinggi sejak Maret 2025.
(bbn)





























