Logo Bloomberg Technoz

Rencanannya, target pengungkapan pemegang saham terkonsentrasi itu rampung bulan ini.

Selain itu, menurut Hasan, penyedia indeks global juga sensitif terhadap isu tersebut karena berkaitan dengan prinsip investability

Hasan mengungkap Indeks provider tidak menginginkan investor yang mengikuti indeks mengalami kesulitan memperoleh saham, terutama apabila saham tersebut memiliki bobot besar dalam indeks.

“Dia [indeks provider global] nggak mau investornya karena masuk di dalam indeks dan bobotnya besar, kemudian sulit untuk mendapatkan barang,” ujar Hasan.

Dia menjelaskan, salah satu penyebab potensi kesulitan tersebut adalah kondisi di mana saham secara persentase free float terlihat memadai, tetapi kepemilikannya terkonsentrasi pada pihak-pihak yang tidak memiliki keinginan untuk melepas sahamnya ke pasar.

OJK menyebut informasi mengenai konsentrasi kepemilikan ini penting agar investor memiliki pemahaman lebih komprehensif mengenai potensi concentration risk. 

Selain itu, data tersebut juga dapat menjadi referensi bagi indeks provider global dalam menentukan perlakuan terhadap saham tertentu dalam perhitungan indeksnya, sesuai dengan independensi masing-masing.

(art/naw)

No more pages