Kenaikan kemarin membawa harga emas naik empat hari beruntun. Selama empat hari tersebut, harga melambung 3,55% secara point-to-point.
Lesatan harga emas ditopang oleh peningkatan tensi geopolitik, terutama di Timur Tengah, Sejak akhir pekan lalu, Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan ke Iran;. Serangan yang sampai menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Hari berlalu, konflik kian memanas. Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk melakukan apapun, tidak ada batas waktu dalam perang di Iran.
“Seberapapun waktunya, tidak apa-apa. Sejak awal kami perkiraan empat sampai lima minggu. Namun kami punya kemampuan untuk lebih lama dari itu,” tegas Trump, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Sedangkan Iran tidak tinggal diam. Sejumlah wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah menjadi sasaran tembak. Ledakan terdengar di Israel, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
“Iran tidak ada masalah dengan negara-negara tetangga. Namun kami mengincar prajurit AS yang bertugas di sana,” kata Menteri Pertahanan Iran Abbas Araghchi, juga diberitakan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Dalam situasi yang sedang bergejolak, biasanya investor memborong emas untuk mengamankan portofolio mereka.
(aji)





























