Logo Bloomberg Technoz

Prabowo: Imlek dan Ramadan Jadi Momentum Persatuan

Redaksi
01 March 2026 14:06

Warga keturunan Tionghoa bersembahyang menyambut tahun baru imlek di Vihara Amurva Bhumi, Jakarta, Senin (16/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Warga keturunan Tionghoa bersembahyang menyambut tahun baru imlek di Vihara Amurva Bhumi, Jakarta, Senin (16/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kemeriahan perayaan Imlek Festival 2577 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, mencapai puncaknya pada malam ini, Sabtu (28/2). Acara yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi panggung akulturasi budaya yang luar biasa, memadukan tradisi Tionghoa dengan kekayaan budaya Nusantara dalam bingkai keberagaman yang harmonis.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya secara daring menyampaikan, Imlek tahun ini yang bersamaan dengan Ramadan bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan.

"Perayaan Imlek tahun ini memiliki makna yang sangat dalam. Imlek hadir berdampingan dengan bulan suci Ramadan. Ini adalah wajah asli Indonesia. Berbeda tapi rukun, beragam, satu tujuan. Indonesia adalah bangsa besar yang tidak takut pada perbedaan. Bangsa besar justru merawat perbedaan sebagai kekuatan," ujar Prabowo.


Senada dengan Presiden, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2577, Irene Umar menyampaikan bahwa Imlek Festival 2577 ini merupakan wujud nyata inklusivitas bangsa Indonesia.

"Inilah Indonesia. Kita ingin menunjukkan lewat Harmoni Imlek Nusantara, bahwa Indonesia the most inclusive country in the world. Karena kita Indonesia Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu," kata Irene.