Roy menambahkan, asesmen mengenai kondisi keamanan di Iran akan terus dilakukan oleh KBRI Teheran dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta. Pembaruan informasi selanjutnya akan disampaikan secara berkala melalui Kementerian Luar Negeri, khususnya melalui juru bicaranya.
Sebelumnya, dalam laporan Bloomberg disebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut dinilai semakin meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kaya minyak, sekaligus berdampak pada terganggunya arus pelayaran di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut Khamenei sebagai salah satu tokoh paling jahat dalam sejarah dan menyatakan bahwa pemboman dengan intensitas tinggi dan presisi akan terus dilakukan sepanjang pekan ini atau selama masih diperlukan.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump dibantah oleh sumber yang disebut dekat dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran.
(ell)
























