Logo Bloomberg Technoz

Arah IHSG Usai Wanti-wanti S&P Soal Fiskal RI

Redaksi
27 February 2026 04:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah selepas wanti-wanti S&P Global Ratings soal risiko penurunan profil kredit Indonesia.

Kenaikan biaya pembayaran utang, menurut S&P Global Ratings, dapat memperbesar risiko pandangan yang lebih negatif pada peringkat kredit Indonesia.

Pembayaran bunga “sangat mungkin” telah melampaui ambang batas kunci sebesar 15% dari pendapatan pemerintah tahun lalu, kata Rain Yin, analis sovereign di S&P Global Ratings, dalam sebuah webinar daring mengenai kawasan Asia Pasifik pada Kamis (26/2/2026), dikutip dari Bloomberg News.


Meski S&P belum mengubah outlook stabil pada peringkat kredit Indonesia di level BBB, komentar tersebut menunjukkan kekhawatiran yang makin meluas terhadap posisi fiskal Indonesia.

Selepas komentar S&P itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot ke zona merah usai kehilangan 1,04% di posisi 8.235,26 pada perdagangan kemarin.