Logo Bloomberg Technoz

Melalui sistem ini, BKN secara resmi mengakhiri pengelolaan arsip fisik. Seluruh dokumen penting seperti SK CPNS, ijazah, hingga riwayat pangkat kini tersimpan dalam lemari digital masing masing pegawai.

Digitalisasi ini diharapkan mampu memangkas proses administrasi yang selama ini memakan waktu dan biaya. Selain itu, sistem berbasis daring dinilai lebih efisien dalam mendukung mobilitas kerja ASN di berbagai daerah.

Cara Aktivasi dan Penerapan MFA

Ilustrasi Mola BKN (Diolah)

Bagi ASN yang belum melakukan migrasi ke sistem 2026, terdapat beberapa tahapan aktivasi yang harus dilakukan. Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi autentikator seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator melalui toko aplikasi di ponsel.

Aplikasi tersebut berfungsi menghasilkan kode OTP dinamis setiap kali pengguna melakukan login. Tanpa autentikator, ASN tidak akan dapat mengakses sistem secara penuh karena MFA bersifat wajib.

Tahap berikutnya adalah mengakses portal resmi ASN Digital melalui peramban di komputer atau laptop. Setelah masuk ke halaman utama, pengguna diminta memilih menu login dan memasukkan Nomor Induk Pegawai sebagai username.

Password yang digunakan merupakan sandi yang sama dengan akun MyASN atau SIASN sebelumnya. Apabila lupa password, pengguna dapat memanfaatkan fitur reset password dengan verifikasi email yang telah terdaftar.

Setelah berhasil masuk, sistem akan menampilkan notifikasi untuk mengaktifkan MFA. Pengguna diminta menekan tombol aktivasi hingga QR Code muncul di layar monitor.

QR Code tersebut kemudian dipindai menggunakan aplikasi autentikator di ponsel. Pengguna cukup memilih opsi tambah akun lalu mengarahkan kamera ke kode yang tampil di layar komputer.

Tahap akhir adalah memasukkan enam digit kode OTP yang muncul di aplikasi autentikator ke kolom verifikasi pada portal ASN Digital. Setelah itu, pengguna dapat memberi nama perangkat yang digunakan sebelum menekan tombol submit.

Dengan proses tersebut, akun ASN resmi terlindungi oleh sistem keamanan berlapis. Setiap kali login, pengguna wajib memasukkan kode OTP yang berubah secara berkala.

Fitur Unggulan ASN Digital 2026

Transformasi digital ini tidak hanya menyatukan layanan, tetapi juga menghadirkan sejumlah fitur baru. Salah satunya adalah layanan kenaikan pangkat enam periode dalam setahun.

Melalui sistem otomatisasi, ASN yang memenuhi syarat kinerja akan diproses setiap dua bulan sekali. Skema ini diharapkan mempercepat administrasi yang sebelumnya memerlukan tahapan manual.

Fitur lain yang menjadi sorotan adalah Lemari Digital atau Document Management System. Seluruh arsip pegawai disimpan secara permanen dan aman dari risiko kerusakan akibat bencana fisik.

Integrasi dengan sistem e Kinerja juga menjadi pembaruan signifikan. Penilaian Sasaran Kinerja Pegawai kini terhubung langsung dengan sistem pembayaran tunjangan, sehingga meminimalkan potensi kesalahan administrasi.

BKN juga menghadirkan fitur ASN Belajar yang memungkinkan pengembangan kompetensi mandiri berbasis kursus digital. Melalui portal ini, ASN dapat meningkatkan kapasitas profesional sesuai kebutuhan jabatan.

Kehadiran ASN Digital menandai era baru pengelolaan kepegawaian di Indonesia. Sistem terpusat ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan.

Langkah digitalisasi tersebut juga mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat keamanan data ASN. Dengan penerapan MFA dan penyimpanan berbasis cloud, perlindungan terhadap informasi pribadi menjadi prioritas utama.

Meski demikian, BKN mengimbau seluruh ASN untuk segera melakukan aktivasi sebelum sistem lama sepenuhnya dihentikan. Migrasi lebih awal akan mempermudah adaptasi terhadap ekosistem baru.

Implementasi ASN Digital pada 2026 diproyeksikan menjadi tonggak penting reformasi birokrasi nasional. Dengan satu pintu layanan, proses administrasi kepegawaian diharapkan semakin cepat, transparan, dan terintegrasi di seluruh Indonesia.

(seo)

No more pages