Logo Bloomberg Technoz

Vishnevskiy menuturkan, banyak pengguna yang mengira Discord mewajibkan pemindaian wajah (face scan) dan unggahan identitas jika menggunakan aplikasi tersebut. “Bukan itu yang terjadi, tetapi fakta bahwa begitu banyak orang mempercayainya menunjukkan bahwa kami gagal dalam tugas paling mendasar kami: menjelaskan dengan jelas apa yang kami lakukan dan mengapa,” ujar dia.

Discord juga menyatakan bagi orang-orang dalam 10% pengguna yang perlu memverifikasi usia mereka bakal diberikan pilihan untuk melakukannya.  Kini, platform tersebut mengatakan sebelum memperluas verifikasi usia ke seluruh dunia, mereka berencana memperkenalkan metode verifikasi tambahan termasuk opsi guna memverifikasinya pakai kartu kredit.

“Jika Anda memilih untuk tidak memverifikasi, inilah yang terjadi: Anda tetap memiliki akun, server, daftar teman, pesan pribadi, dan obrolan suara,” jelas Vishnevskiy.

 “Satu-satunya yang berubah adalah Anda tidak akan dapat mengakses konten yang dibatasi usia atau mengubah pengaturan keamanan bawaan tertentu yang dirancang untuk melindungi remaja. Tidak ada hal lain yang berubah tentang pengalaman Discord Anda,” sambung dia.

Perusahaan tersebut pun berencana untuk mempublikasikan informasi di situs webnya tentang setiap vendor soal verifikasi dan praktik data mereka, serta secara jelas mengidentifikasi vendor mana yang digunakan. Selain itu, Discord saat ini menyebut hanya akan bekerja sama dengan vendor yang melakukan proses verifikasi usia sepenuhnya di perangkat pengguna.

(far)

No more pages