Logo Bloomberg Technoz

Meski Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu dengan janji untuk segera mengakhiri konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II, diplomasi yang dipimpin AS selama lebih dari setahun ini masih tertahan. Titik buntu utama terletak pada tuntutan Rusia atas wilayah di Ukraina Timur serta sengketa kendali atas pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Wakil Presiden AS JD Vance mengakui pada Rabu bahwa pemerintah mungkin telah meremehkan betapa sulitnya upaya perdamaian ini.

“Presiden telah berulang kali mengatakan bahwa ia mengira ini akan menjadi perang yang paling mudah untuk diselesaikan—dan saya setuju dengannya,” ujar Vance dalam wawancara di Fox News. “Namun kenyataannya, ini terbukti jauh lebih sulit.”

Negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, bersama Menteri Ekonomi Oleksii Sobolev dijadwalkan bertemu dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, di Swiss. Dalam pesan suara WhatsApp kepada wartawan, Zelenskiy menyebut agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas apa yang disebut sebagai "paket kemakmuran".

Witkoff dan Kushner juga dilaporkan ikut serta dalam sambungan telepon antara Trump dan Zelenskiy pada Rabu kemarin.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Fox News pada 21 Februari, Witkoff mengungkapkan harapannya akan ada “kabar baik dalam beberapa minggu mendatang” terkait usulan kesepakatan damai. Ia menyebut proses ini bisa memuncak pada pertemuan puncak (KTT) antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Zelenskiy, yang kemungkinan besar akan melibatkan Trump.

(bbn)

No more pages