Namun, dia menggarisbawahi, jika memang pemerintah memutuskan untuk menghentikan impor pikap, maka perusahaan akan tetap tunduk dan patuh untuk menerima segala konsekuensinya.
"Selama negara berpihak mendukung apa yang kami lakukan akan kami laksanakan. Tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko tadi saya sudah sampaikan," tutur dia.
"Saya akan meminta waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga, karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi."
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengatakan pihaknya meminta pemerintah, dalam hal ini PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk menunda pembelian 105 ribu mobil pikap dari India.
Dasco mengatakan, impor tersebut, termasuk detail lainnya, akan terlebih dahulu dibahas oleh Presiden Prabowo usai kepulangannya dari Amerika Serikat sejak beberapa waktu lalu.
"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco kepada wartawan, Senin kemarin.
“Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu."
(ell)




























