Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) berencana memperluas cakupan vaksinasi HPV. Mulai 2027, vaksin HPV akan diberikan kepada anak laki-laki usia 11 tahun sebagai bagian dari program imunisasi nasional.

Manfaat vaksin ini tidak hanya untuk mencegah kanker serviks pada perempuan, tetapi juga kanker penis, kanker anus, serta kutil kelamin yang disebabkan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Dengan cakupan pada anak laki-laki, diharapkan terjadi perlindungan yang lebih luas melalui kekebalan kelompok.

Kemenkes juga mengatur skema pemberian dosis berdasarkan usia. Untuk anak usia 9–14 tahun diberikan dua dosis vaksin, sedangkan bagi yang berusia di atas 15 tahun diberikan tiga dosis agar perlindungan yang terbentuk tetap optimal.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, membeberkan tiga target utama dalam upaya eliminasi kanker serviks. Pertama, 90% anak perempuan dan laki-laki diimunisasi HPV sebelum usia 15 tahun.

Kedua, 75% perempuan usia 30–69 tahun menjalani skrining dengan tes DNA HPV. Ketiga, 90% perempuan dengan lesi pra-kanker maupun kanker invasif mendapatkan tatalaksana yang sesuai. 

“Dan diharapkan 90% anak perempuan dan laki-laki mendapatkan vaksinasi HPV yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka,” ujar Nadia.

(dec)

No more pages