Logo Bloomberg Technoz

Hal tersebut dapat memberi tekanan ganda terhadap neraca transaksi berjalan, yang berpotensi meningkat apabila kenaikan harga energi tidak diimbangi oleh surplus komoditas utama, sehingga dapat semakin mempersempit ruang stabilisasi nilai tukar oleh otoritas moneter. 

Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkat apabila arus modal asing kembali keluar dari pasar obligasi pemerintah di tengah meningkatnya premi risiko global.

Hal ini menjadi krusial mengingat permintaan pada lelang Surat Utang Negara (SUN) terakhir tercatat menurun, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap arah kebijakan fiskal dan dinamika pembiayaan defisit ke depan.

Kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut agaknya akan tetap berpotensi membuat volatilitas rupiah tetap tinggi dalam jangka pendek, khususnya jika indeks dolar AS mampu bertahan di atas level psikologis 97,8. 

(dsp/aji)

No more pages