RI Butuh Smelter Timah yang Lebih Hilir, Danantara Diminta Masuk
Azura Yumna Ramadani Purnama
23 February 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center Of Reform On Economics (Core) menilai Indonesia membutuhkan pengembangan smelter timah yang lebih hilir untuk memastikan kebijakan larangan ekspor timah batangan murni atau ingot berjalan secara maksimal.
Dalam kaitan itu, ekonom energi Core Muhammad Ishak Razak berpendapat BPI Danantara melalui holding BUMN pertambangan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) dapat menjadi pelopor investasi smelter timah di Tanah Air.
Terlebih, kata Ishak, mayoritas komoditas timah banyak dikelola oleh BUMN PT Timah Tbk. (TINS), sehingga peran MIND ID hingga Danantara diharapkan dapat lebih besar dalam investasi smelter tersebut.
Bagaimanapun, kata dia, rencana larangan ekspor ingot memang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut. Namun, kebijakan tersebut hanya akan efektif jika industri pengguna atau pembeli akhir (offtaker) sudah lebih dahulu dibangun.
“Masalahnya offtaker dari produksi ingot di dalam negeri harus dibangun terlebih dahulu agar mampu menyerap produksi ingot yang saat ini mayoritas diproduksi oleh PT Timah. Ini agar tidak terjadi layoff karyawan yang harus berhenti karena produk tidak terserap, seperti yang pernah terjadi pada kasus tembaga,” kata Ishak ketika dihubungi, Senin (23/2/2026).
































