Indeks saham perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di bursa Hong Kong melonjak hingga 2,6% pada Senin pagi. Berdasarkan kalkulasi Bloomberg Economics, meskipun ada pungutan baru sebesar 15% dari Trump, rata-rata tarif efektif akan berada di kisaran 12%. Angka ini merupakan yang terendah sejak kebijakan tarif "Hari Pembebasan" dirilis pada April lalu.
Pihak Gedung Putih diprediksi akan menggunakan celah hukum lain, seperti investigasi di bawah Pasal 301 dan Pasal 232, yang sebelumnya pernah dipakai untuk mengenakan bea masuk pada ekspor China, produk otomotif, hingga logam. Instrumen hukum alternatif ini memungkinkan Trump untuk kembali menerapkan pajak impor meskipun ada putusan pengadilan.
Namun untuk saat ini, China sedikit bernapas lega. Selain penurunan tarif rata-rata, pengadilan juga membatalkan tarif fentanyl sebesar 10% yang sebelumnya menyasar ekspor mereka. Beijing kembali mendesak Amerika Serikat untuk menghapus tarif sepihaknya, dengan menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak menguntungkan pihak mana pun.
(bbn)






























