Logo Bloomberg Technoz

Berikut 10 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin, Kamis (19/2/2026):

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp391,19 miliar
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp222,81 miliar
  3. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp146,22 miliar
  4. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp47,28 miliar
  5. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp45,87 miliar
  6. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp43,89 miliar
  7. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp41,97 miliar
  8. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp40,62 miliar
  9. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp35,5 miliar
  10. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp32,82 miliar

BI Rate Tetap 4,75%

Momen tersebut bertepatan dengan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pertemuan Februari 2026. Gubernur Perry Warjiyo memutuskan untuk mempertahankan BI Rate.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18–19 Februari 2026 menghasilkan kebijakan menahan level suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 4,75%.

BI Rate Ditahan Tetap 4,75% (Bloomberg)

Gubernur BI menjelaskan, Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global. Langkah ini juga ditempuh untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Mengenai arah atau posisi kebijakan moneter ke depan, lanjut Perry Warjiyo, Gubernur BI, Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini,

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18–19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 4,75%, suku bunga Deposit Facility 3,75%, dan suku bunga Lending Facility 5,5%,” papar Perry dalam Konferensi Pers RDG BI Februari 2026, Kamis.

(fad)

No more pages