Logo Bloomberg Technoz

Psikiater: Puasa Bisa Jadi Detoksifikasi Psikologis

Dinda Decembria
19 February 2026 13:15

Ilustrasi Thriller Psikologis dan Misteri (Envato)
Ilustrasi Thriller Psikologis dan Misteri (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Psikiater Lahargo Kembaren dari bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI menjelaskan bahwa puasa tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga dapat dilihat sebagai bentuk “detoksifikasi psikologis” yang membantu menjaga kesehatan mental.

Menurut Lahargo, puasa sering dipahami sebagai praktik pengendalian diri secara religius. Namun dalam perspektif psikologi dan psikiatri modern, pembatasan makan yang dilakukan secara sadar juga berperan dalam regulasi emosi, fungsi kognitif, serta keseimbangan mental seseorang.

Ia menegaskan istilah detoksifikasi psikologis bukan berarti mengeluarkan racun secara fisik. “Istilah detoksifikasi psikologis di sini menggambarkan proses penataan ulang pola pikir, emosi, dan kebiasaan mental yang selama ini mungkin terlalu penuh oleh distraksi dan tekanan,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (19/2).


Puasa, lanjutnya, melatih kemampuan regulasi emosi karena individu belajar menahan rasa lapar, lelah, maupun dorongan impulsif. “Puasa melatih hati untuk merespons dengan sadar, bukan sekadar bereaksi,” kata Lahargo.

Contoh aktivitas sederhana yang harus dilakukan adalah latihan napas perlahan saat emosi mulai naik.Menunda respons terhadap pesan atau konflik hingga emosi lebih stabil.