Logo Bloomberg Technoz

Korsel Sampaikan Penyesalan atas Insiden Drone ke Korut

News
18 February 2026 21:00

Ilustrasi Bendera Korea Selatan (Sumber: SeongJoon Cho/Bloomberg)
Ilustrasi Bendera Korea Selatan (Sumber: SeongJoon Cho/Bloomberg)

Yoolim Lee - Bloomberg News

Bloomberg, Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel) Chung Dong-young secara resmi menyampaikan penyesalannya kepada Korea Utara (Korut) pada hari Rabu (18/2) terkait serangkaian infiltrasi pesawat tak berawak (drone) yang dilakukan oleh warga sipil. Chung menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berbahaya terhadap perjanjian antar-Korea dan ancaman bagi stabilitas di semenanjung tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi bersama, ditemukan bahwa telah terjadi empat kali peluncuran drone, di mana dua di antaranya jatuh di wilayah Utara. Dalam pernyataannya, Chung mengungkapkan bahwa otoritas berwenang sedang menyelidiki tiga warga sipil dan beberapa personel keamanan yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa rincian lengkap akan dirilis setelah penyelidikan selesai.


Pemerintahan Presiden Lee Jae Myung berkomitmen untuk mewujudkan "perdamaian tanpa perlu berperang" dan memajukan koexistensi damai, tegas Chung. Sebelumnya, Pyongyang menuduh Seoul telah mengirimkan drone ke wilayah udara mereka dan merilis foto yang diklaim sebagai puing-puing pesawat tersebut. Militer Korsel sempat membantah keterlibatan mereka dan telah meneliti apakah drone tersebut memang diluncurkan oleh pihak sipil.

Sebagai langkah antisipasi, Chung berjanji akan memperberat hukuman bagi penerbangan drone tanpa izin di ruang udara terlarang serta merevisi undang-undang terkait. Pemerintah juga akan mempertimbangkan untuk memulihkan bagian dari perjanjian militer antar-Korea tahun 2018 guna mencegah ketegangan lebih lanjut dan menjunjung tinggi kebijakan yang berorientasi pada perdamaian.