Logo Bloomberg Technoz

Bahaya Lingkungan dalam Penggunaan Vape

News
24 March 2023 15:47

Bahaya Rokok Elektrik (Vape) Mengintai (Sumber: Bloomberg)
Bahaya Rokok Elektrik (Vape) Mengintai (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Kasus kebakaran telah tiga kali terjadi di tempat pembuangan limbah dekat Bandara Heathrow London, Inggris dalam enam bulan terakhir. Biang kerok utamanya dalam setiap kebakaran itu adalah rokok elektrik (vape) sekali pakai yang berisi baterai lithium.

Owen George, pengelola pembuangan limbah Grundon, mengatakan volume vape yang dibuang telah melonjak selama dua tahun terakhir. Hal itu menimbulkan risiko berbahaya mengingat baterai perangkat itu dapat terbakar dan mencemari daur ulang lainnya.

Namun, kebakaran bukan satu-satunya konsekuensi dari penggunaan vape sekali pakai ini. Rokok elektrik juga mencemari lingkungan dengan sampah plastik yang merusak pemandangan di taman dan pusat kota London.

Meski badan kesehatan Inggris mengatakan bahwa vaping dapat menjadi alternatif bagi perokok, para guru memperingatkan bahwa benda itu adalah pintu gerbang merokok untuk generasi baru siswa Inggris.

Seorang aktivis lingkungan di Skotlandia, Laura Young, mendesak politisi, bisnis, dan badan amal setempat untuk mengeluarkan larangan vape sekali pakai. Dewan Kota Dundee di timur laut Skotlandia telah mendukung kampanyenya, sementara pemerintah Inggris tengah mempertimbangkan rancangan undang-undang (RUU) yang memastikan produsen vape bertanggung jawab atas pengumpulan dan pembuangan produk bekas pakainya.

Vape bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung untuk membuat uap yang seperti asap yang dapat dihirup. Asap itu menghasilkan nikotin dengan dampak buruk yang lebih sedikit dari pembakaran tembakau.

Meski vape sekali pakai dapat didaur ulang, alat itu tetap memerlukan perawatan khusus. Vape sering kali dibuang ke tempat sampah atau ke selokan dengan litium masih di dalamnya. Bahan logam pada vape adalah bahan penting dalam baterai isi ulang yang menggerakkan segala sesuatu mulai dari ponsel hingga mobil listrik.

Industri vaping, termasuk produsen rokok besar seperti Philip Morris International Inc. (PMI), tengah menghadapi tekanan untuk mengurangi limbah. PMI, yang juga memasarkan rokok Marlboro, melakukan kampanye pemberian vape gratis kepada pelanggan yang mengembalikan produknya untuk didaur ulang.

Saat Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris (National Health Service/NHS) merekomendasikan vape sebagai alternatif untuk membantu orang berhenti merokok, Amerika Serikat (AS) memiliki pandangan yang bertolak belakang. AS melarang penjualan vape beraroma dan menaikkan usia legal menjadi 21 tahun untuk mengonsumsi produk sejenis tembakau.

Salah satu sekolah di London Barat, All Saints Catholic College di Kensington, memasukkan efek negatif vape bagi kesehatan ke dalam kurikulum, dan memberikan skors kepada siswanya jika kedapatan nge-vape. Semua pengajar bertekad untuk membasmi kebiasaan itu. Paul Walton, wakil kepala sekolah, sedang mempertimbangkan untuk menambahkan sensor yang dapat mendeteksi asap di kamar mandi. 

Sebelum vape sekali pakai menjadi sebesar sekarang, rokok elektrik itu pada awalnya besar dirancang untuk diisi ulang untuk penggunaan berulang. Alternatif merokok lainnya yang dikenal dengan IQOS, hadir dengan batang tembakau yang dihisap dan dibuang, namun konsumen masih dapat menggunakan kembali alat pemanas tersebut.

Pemerintah Inggris belum memiliki rencana untuk memberlakukan larangan vape sekali pakai dalam waktu dekat, meskipun sedang memperbarui RUU tentang limbah listrik dan daur ulang. 

Sementara itu, Catherine Gemmell, petugas konservasi Skotlandia di Marine Conservation Society, mengatakan vape sekali pakai tidak hanya berkontribusi terhadap polusi plastik tetapi juga mencemari laut dengan bahan kimia. “Pilihan sekali pakai adalah sebuah kemunduran di saat kita perlu bergerak menuju masyarakat daur ulang,” katanya.

--Dengan asistensi Andy Hoffman, Eamon Akil Farhat dan Julius Domoney.

(bbn)

TAG

Artikel Terkait