Logo Bloomberg Technoz

Warung Kerek, Primadona di Himpitan Bangunan Megah Ibu Kota

Andrean Kristianto
05 December 2023 17:41

Pedagang mengerek makanan pesanan di Warung Kerek Ember di Kuningan Barat, Jakarta, Selasa (5/12/2023) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang mengerek makanan pesanan di Warung Kerek Ember di Kuningan Barat, Jakarta, Selasa (5/12/2023) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Terdapat 7 warung makan di lokasi ini yang menjual makanan dengan sistem kerek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Terdapat 7 warung makan di lokasi ini yang menjual makanan dengan sistem kerek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warung kerek ini menjadi primadona para pekerja di sekitar lokasi karena harganya yang murah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warung kerek ini menjadi primadona para pekerja di sekitar lokasi karena harganya yang murah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dengan harga sekitar Rp10.000 pelanggan dapat menikmati makanan yang enak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dengan harga sekitar Rp10.000 pelanggan dapat menikmati makanan yang enak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para pembeli di warung kerek ini harus berteriak saat akan membeli pesanannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para pembeli di warung kerek ini harus berteriak saat akan membeli pesanannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Namun ada juga yang memesan melalui aplikasi Whatsapp dan membayar transfer agar tak perlu capek berteriak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Namun ada juga yang memesan melalui aplikasi Whatsapp dan membayar transfer agar tak perlu capek berteriak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang menggunakan ember dan tambang karena sebagian besar pelanggannya berada di lokasi seberang sungai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang menggunakan ember dan tambang karena sebagian besar pelanggannya berada di lokasi seberang sungai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warung kerek ini sudah ada sejak 2014 dengan menjual berbagai macam lauk pauk. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warung kerek ini sudah ada sejak 2014 dengan menjual berbagai macam lauk pauk. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang mengerek makanan pesanan di Warung Kerek Ember di Kuningan Barat, Jakarta, Selasa (5/12/2023) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Terdapat 7 warung makan di lokasi ini yang menjual makanan dengan sistem kerek. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warung kerek ini menjadi primadona para pekerja di sekitar lokasi karena harganya yang murah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dengan harga sekitar Rp10.000 pelanggan dapat menikmati makanan yang enak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Para pembeli di warung kerek ini harus berteriak saat akan membeli pesanannya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Namun ada juga yang memesan melalui aplikasi Whatsapp dan membayar transfer agar tak perlu capek berteriak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang menggunakan ember dan tambang karena sebagian besar pelanggannya berada di lokasi seberang sungai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warung kerek ini sudah ada sejak 2014 dengan menjual berbagai macam lauk pauk. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ada yang unik di salah satu warung makan di Jalan Poncol 1 No.49, RT.1/RW.1, Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Terdapat tujuh warung makan yang berjualan dengan memanfaatkan tali tambang dan ember plastik sebagai alat untuk bertransaksi.

Pada siang hari, khususnya jam makan siang, warung ini menjadi ramai oleh para pekerja dan pegawai hotel mewah di sekitar kawasan Gatot Subroto, Kuningan, dan Mampang Prapatan. Para pembeli tersebut harus bersuara keras saat akan memesan makanan karena dipisahkan oleh sungai selebar sekitar empat meter.

"Ada ayam, ayamnya dimasak apa?" kata pembeli dengan suara keras dan penjual dengan sigap menjawab pertanyaan tersebut dengan bersuara keras juga, "Ayam Gulai."

Tak lama kemudian penjual menaruh pesanan dalam ember plastik yang diangkat menggunakan tali tambang, sementara pembeli meletakkan uang pembayarannya di dalam ember yang sama.

Namun bagi pelanggan yang sudah sering membeli, dapat memesan makanan melalui aplikasi WhatsApp untuk disiapkan dan melakukan pembayaran melalui transfer. Jadi para pelanggan tak perlu bersuara keras, dan pedagang langsung memasukkan pesanannya dan mengerek makanannya melintasi sungai.

Warung kerek ini sudah beroperasi sejak 2014. Menurut salah satu pemilik warung, Mpok Neneng, ide menggunakan tali tambang dan ember plastik ini muncul saat adanya bangunan hotel yang berdiri di lokasi tersebut.

"Sudah ada sejak 2014, sebelum Four Seasons dibangun saya jualan di proyek pas dibeton alternatifnya pakai tambang jadi pelanggan tidak harus berkeliling jauh. Tadinya tidak menggunakan kerekan seperti ini, disitu ada jembatan tapi jembatannya diputus tahun 2013," ujar Neneng.

Warung kerek ini menjadi favorit para pekerja karena menawarkan harga yang terjangkau. Mereka menjual nasi dengan harga mulai dari Rp10.000.

(dre/ain)