Logo Bloomberg Technoz

Belum Turun, Harga Cabai Masih 'Pedas' di Pasar

Andrean Kristianto
01 December 2023 16:33

Pedagang melayani pembeli di Pasar Minggu, Jumat (1/12/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang melayani pembeli di Pasar Minggu, Jumat (1/12/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga cabai merah dan cabe rawit telah mengalami kenaikan dari beberapa minggu lalu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga cabai merah dan cabe rawit telah mengalami kenaikan dari beberapa minggu lalu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bulan November, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bulan November, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Di Pasar Minggu harga cabai rawit merah Rp100.000 sedangkan cabai merah keriting Rp90.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Di Pasar Minggu harga cabai rawit merah Rp100.000 sedangkan cabai merah keriting Rp90.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Faktor cabai mahal akrena cuaca yang tidak menentu, pasokan yang minim, dan distribusi yang tidak lancar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Faktor cabai mahal akrena cuaca yang tidak menentu, pasokan yang minim, dan distribusi yang tidak lancar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sedangkan harga beras masih naik pada November. Namun kenaikannya mulai terbatas.(Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sedangkan harga beras masih naik pada November. Namun kenaikannya mulai terbatas.(Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang melayani pembeli di Pasar Minggu, Jumat (1/12/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Harga cabai merah dan cabe rawit telah mengalami kenaikan dari beberapa minggu lalu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bulan November, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Di Pasar Minggu harga cabai rawit merah Rp100.000 sedangkan cabai merah keriting Rp90.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Faktor cabai mahal akrena cuaca yang tidak menentu, pasokan yang minim, dan distribusi yang tidak lancar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sedangkan harga beras masih naik pada November. Namun kenaikannya mulai terbatas.(Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga cabai masih menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tinggi hingga Jumat (1/12/2023). Harga cabai merah dan cabe rawit telah mencetak rekor kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

"Pada akhir Agustus, harga cabai keriting merah masih Rp40.000. Masuk September, harganya naik menjadi Rp50.000/Rp60.000, dan masuk November mencapai Rp70.000, sekarang langsung menjadi Rp90.000," ungkap Susi, pedagang sayur yang telah berjualan sejak 2013 di Pasar Minggu saat diwawancarai oleh Bloomberg Technoz, Jumat (1/12).

Susi, saat ini menjual cabai merah keriting seharga Rp90.000, yang jauh lebih tinggi dari harga normal yang biasanya hanya Rp40.000-Rp50.000. Sementara itu, cabe rawit merah dijual seharga Rp100.000, yang merupakan kenaikan dari harga normal sekitar Rp60.000 atau Rp50.000. Menurut Susi, cabe rawit merah telah mengalami kenaikan terlebih dahulu dibandingkan dengan cabai keriting.

Harga cabai yang mahal menjadi keluhan Susi karena minat beli masyarakat kini mengalami penurunan.

"Dulu, meski cabai mahal, tetap dicari. Nah, sekarang malah turun. Pembelinya sekarang justru malah turun, dulu naiknya mahal, sekarang naiknya ga seberapa, malah dikit yang beli," keluh Susi.

Tak hanya Susi, pedagang sayur di lokasi yang sama juga mengatakan harga cabai sekarang melonjak tinggi.

"Sekarang terjadi penurunan, kemarin cabai rawit merah tiga hari lalu sempat Rp100.000, sekarang jadi Rp.90.000 yang biasanya hanya Rp60.000-Rp50.000," kata Hamirah saat diwawancarai di lapak sayurnya.

Deputi Kepala BPS Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh Edy Mahmud, menyebutkan bahwa komoditas yang menyumbang inflasi terbesar pada November adalah cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah. Rinciannya, cabe merah mengalami inflasi sebesar 42,83% dengan andil terhadap inflasi 0,16%, cabe rawit juga mengalami inflasi sebesar 43,27% dengan andil 0,08%, dan bawang merah inflasi sebesar 11,49% dengan andil 0,03%. Jadi, secara total ketiganya menyumbang andil inflasi sebesar 0,27%.

Edy mengungkapkan bahwa ada tiga faktor penyebab tingginya inflasi cabe merah dan cabe rawit pada November 2023. Ketiga faktor tersebut adalah cuaca yang tidak menentu, pasokan yang minim, dan distribusi yang tidak lancar.

"Jika melihat catatan kami di BPS, inflasi cabai merah tertinggi terjadi di Bulukumba. Mungkin ini juga disebabkan karena petani cabai di Bulukumba sedang menghadapi dampak serius dari musim kemarau dan fenomena El Nino," jelas Edy.

Sementara itu, lanjut Edy, inflasi cabe rawit tertinggi terjadi di Sumenep. Dia menduga penyebabnya adalah karena pasokan yang menipis, sehingga distribusi cabai rawit juga tidak lancar ke Sumenep.

BPS melaporkan bahwa inflasi pada November tercatat sebesar 2,86% dalam perhitungan tahunan (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan inflasi Oktober yang mencapai 2,56% YoY. Berdasarkan tahun kalender, inflasi November tercatat 2,19% (year-to-date/YtD).

(dre/frg)