Potret Pelabuhan Fukushima Saat Jepang Akan Buang Limbah Nuklir
News
24 August 2023 14:57
Bloomberg, Jepang akan memulai rencana kontroversial untuk membuang air limbah yang telah diolah dari lokasi bencana nuklir Fukushima ke Samudra Pasifik. Dilaporkan oleh NHK, rencana tersebut paling cepat dilakukan pada 24 Agustus atau dalam pekan ini.
Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida sebelumnya memberi tahu wartawan bahwa kabinetnya akan bertemu pada hari Selasa (22/8/2023) untuk mengkonfirmasi tanggal dimulainya Tokyo Electric Power Co., operator fasilitas rusak Fukushima Dai-Ichi dalam rangka melepaskan air limbah. Namun NHK tidak mengutip sumber untuk informasi tersebut.
Baca Juga
Rencana Jepang untuk membuang air limbah yang telah diolah dari lokasi tersebut selama setidaknya 30 tahun telah menuai kritik keras dari China dan beberapa negara lain. Mereka mempertanyakan keamanan proposal tersebut. Diketahui, air limbah yang akan dibuang oleh Jepang setara dengan volume sekitar 500 kolam renang ukuran Olimpiade.
Meskipun pelepasan air limbah dari lokasi nuklir adalah hal yang umum, China telah meragukan efektivitas sistem pengolahan Tepco. Negara tersebut berargumen bahwa ada perbedaan dengan praktik industri standar karena Fukushima adalah lokasi dari meledaknya reaktor pada tahun 2011.
Kelompok-kelompok nelayan lokal di Jepang telah menyatakan keprihatinan bahwa pelepasan air limbah tersebut akan mengancam penjualan produk-produk laut. Sementara merek-merek kosmetik menjadi sasaran kampanye viral terkait masalah ini.
Kekhawatiran atas keamanan pangan juga telah memicu ancaman dari Hong Kong untuk memberlakukan pembatasan baru terhadap impor, dan memicu lonjakan permintaan garam laut di Korea Selatan saat konsumen mencoba menyimpan persediaan sebelum pelepasan air limbah.
Pemerintah China mengatakan akan "secara komprehensif" menangguhkan impor produk perikanan dari Jepang. Keputusan ini dibuat setelah Jepang secara resmi memulai pembuangan air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik nuklir Fukushima yang hancur.
Kantor bea cukai China mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pelarangan impor ini akan dimulai pada Kamis (24/8/2023) untuk produk-produk laut yang berasal dari Jepang. Keputusan diambil sebagai tindakan pencegahan dari risiko kontaminasi radioaktif air limbah nuklir, dan menjamin keamanan pangan.
China sebelumnya telah melarang impor dari 10 perfektur di kawasan pembangkit listrik nuklir Fukushima. Pekan ini, pemerintah Hong Kong telah mengumumkan pelarangan impor makanan laut dari perfektur yang sama, empat di antaranya terletak di wilayah daratan.
(bbn)






























