Logo Bloomberg Technoz

Melihat Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Monas

Andrean Kristianto
15 January 2026 19:19

Pekerja menyelesaikan pekerjaan di proyek MRT Fase 2A CP 201 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pekerja menyelesaikan pekerjaan di proyek MRT Fase 2A CP 201 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembangunan konstruksi fase 2A per Desember 2025 telah melampaui target akhir tahun 2025. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembangunan konstruksi fase 2A per Desember 2025 telah melampaui target akhir tahun 2025. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pada akhir Desember lalu, perkembangannya telah mencapai 55,89 persen.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pada akhir Desember lalu, perkembangannya telah mencapai 55,89 persen. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Capaian tersebut telah melampaui target akhir 2025 yang ditetapkan, yaitu 53,29 persen.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Capaian tersebut telah melampaui target akhir 2025 yang ditetapkan, yaitu 53,29 persen. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengerjaan untuk Stasiun Thamrin dan Monas atau CP 201 kini telah mencapai 91,16%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengerjaan untuk Stasiun Thamrin dan Monas atau CP 201 kini telah mencapai 91,16%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

terowongan fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditargetkan tersambung sepenuhnya pada Agustus 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

terowongan fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditargetkan tersambung sepenuhnya pada Agustus 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Pekerja menyelesaikan pekerjaan di proyek MRT Fase 2A CP 201 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pembangunan konstruksi fase 2A per Desember 2025 telah melampaui target akhir tahun 2025. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pada akhir Desember lalu, perkembangannya telah mencapai 55,89 persen.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Capaian tersebut telah melampaui target akhir 2025 yang ditetapkan, yaitu 53,29 persen.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengerjaan untuk Stasiun Thamrin dan Monas atau CP 201 kini telah mencapai 91,16%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
terowongan fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditargetkan tersambung sepenuhnya pada Agustus 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pembangunan konstruksi MRT Jakarta fase 2A menunjukkan kemajuan signifikan hingga Desember 2025. Pada akhir Desember lalu, perkembangannya telah mencapai 55,89 persen, capaian tersebut telah melampaui target akhir 2025 yang ditetapkan, yaitu 53,29 persen. 

Pekerjaan paket CP201 yang mencakup Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas telah mencapai 91,16 persen. Paket CP202 yang meliputi Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar mencatat progres 61,56 persen, sedangkan CP203 yang mencakup Stasiun Glodok dan Stasiun Kota mencapai 80,93 persen.

Division Head of Project Management for Construction 1 MRT Jakarta Sony Desta Primandani menyampaikan optimisme bahwa seluruh jaringan terowongan fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota akan tersambung sepenuhnya pada Agustus 2026.

Pembangunan fase 2A dibagi menjadi tiga paket kontrak sipil. Pembagian tersebut meliputi CP201 untuk Stasiun Thamrin dan Monas, CP202 untuk Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, serta CP203 untuk Stasiun Glodok dan Kota.

Saat ini, PT MRT Jakarta memberikan kesempatan kepada warga umum, komunitas, akademisi, serta perwakilan lembaga untuk meninjau proyek MRT Jakarta fase 2 secara gratis. Program kunjungan ini berlaku pada periode Januari hingga Desember 2026 dengan ketentuan tertentu yang harus dipenuhi peserta.

(dre)