Gas Air Mata dan Bentrokan Iringi Operasi Federal di Minneapolis
News
15 January 2026 20:32
Bloomberg Technoz, Jakarta - Petugas federal menembak kaki seorang pria pada Rabu malam di Minneapolis, sepekan setelah penembakan fatal terhadap seorang wanita lokal oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) memicu protes marah dan bentrokan yang semakin intensif antara pemimpin negara bagian dan pemerintahan Trump.
Menurut juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Tricia McLaughlin, penembakan itu terjadi setelah lalu lintas yang ditargetkan berhenti sesaat sebelum pukul 7 malam waktu setempat, ketika pria tersebut melarikan diri dengan kendaraannya dan menabrak mobil yang diparkir.
Baca Juga
Dia melarikan diri dengan berjalan kaki, lanjut McLaughlin, tetapi petugas mengejarnya beberapa saat kemudian dan mencoba menangkapnya.
McLaughlin mengatakan bahwa saat petugas itu bergumul dengan pria tersebut di tanah, dua orang lain keluar dari apartemen dan ikut dalam konfrontasi, menyerang petugas dengan sekop salju dan gagang sapu. McLaughlin menjelaskan tersangka kemudian berhasil melepaskan diri dan mulai mengayunkan salah satu benda tersebut.
"Karena takut akan nyawa dan keselamatannya saat diserang oleh tiga orang, petugas melepaskan tembakan untuk membela diri," kata dia. Pria tersebut terkena tembakan di kaki.
Tiga orang tersebut mencoba berlari ke dalam apartemen, tetapi kemudian ditangkap. Pria yang ditembak dan petugas tersebut dirawat di rumah sakit. Kondisi mereka saat ini belum diungkap.
Sekitar waktu penembakan, Gubernur Minnesota Tim Walz menyampaikan pidato yang mengecam keberadaan federal di negara bagiannya. Dengan bahasa yang sangat tegas, ia menuduh agen-agen federal mencegat orang secara sembarangan, termasuk warga AS, dan menahannya di toko kelontong, halte bus, dan sekolah.
Walz menyebut operasi tersebut sebagai "kampanye kebrutalan terorganisir terhadap rakyat Minnesota oleh pemerintah federal kita sendiri."
(bbn)
























