Strategi MDKA & Keberlanjutan di Industri Tambang RI
Redaksi
19 February 2026 16:31
Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak lingkungan dan sosial industri tambang, Merdeka Copper Gold (MDKA) menegaskan bahwa operasional tambang skala besar dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Baca Juga
Dalam Special Interview bersama Maria Sarjana dari Bloomberg Technoz, Head of ESG and Climate Change Bahtiar Manurung menjelaskan bahwa perusahaan mengusung enam pilar utama ESG: perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, pengelolaan karyawan, kepedulian terhadap masyarakat, penghormatan hak asasi manusia, serta tata kelola perusahaan yang baik. Implementasinya diperkuat dengan pengawasan langsung dari manajemen tertinggi melalui Sustainability Committee.
Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai peningkatan rating ESG dari lembaga independen. Namun bagi Merdeka, penghargaan bukanlah garis akhir, melainkan pemicu untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan.
Budaya ESG ditanamkan di seluruh lini organisasi, diperkuat dengan kebijakan energi dan perubahan iklim, serta pendekatan community engagement yang terstruktur dan bermakna di setiap wilayah operasional.
Melalui anak usaha PT Bumi Suksesindo, perusahaan menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis pemetaan sosial. Program ini mencakup beasiswa pendidikan, fasilitas Rumah Pintar dengan pelatihan komputer dan bahasa Inggris gratis, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung akses pendidikan dan ekonomi lokal. Di saat yang sama, Merdeka mendorong kesetaraan gender melalui program Female Green Operator, membuka peluang bagi perempuan lokal untuk berkarier sebagai operator alat berat di sektor tambang.
Ingin tahu bagaimana strategi ESG ini dijalankan secara konkret di lapangan dan bagaimana dampaknya terhadap keberlanjutan bisnis jangka panjang?
Saksikan Special Interview Bloomberg Technoz dan temukan bagaimana Merdeka Copper Gold membangun masa depan pertambangan Indonesia yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.
(red)

























