Logo Bloomberg Technoz

⁠Mekari Siapkan Bisnis Tumbuh Lewat Transformasi Digital

Redaksi
07 July 2025 13:49

Bloomberg Technoz, Jakarta - Transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan esensial bagi daya saing bisnis. Bagi Suwandi Soh, CEO Mekari, masa depan bisnis Indonesia bergantung pada teknologi yang mampu menyederhanakan proses, mempercepat pengambilan keputusan, dan memberdayakan talenta manusia secara berkelanjutan.

Dalam Special Interview bersama Bloomberg Technoz, Suwandi memaparkan perjalanan Mekari yang telah tumbuh sejak 2015 menjadi ekosistem solusi SaaS terintegrasi untuk bisnis di Indonesia. Dengan produk-produk seperti Mekari Talenta (HRIS), Mekari Jurnal (akuntansi), Mekari Sign (tanda tangan digital), hingga Mekari Flex (akses gaji instan).

Keunggulan Mekari, termasuk Mekari Talenta, Mekari Jurnal, Mekari Sign hingga Mekari Flex tak hanya pada kelengkapan fiturnya, tetapi juga pengalaman pengguna yang intuitif dan kemampuan untuk menyesuaikan kebutuhan lokal. Suwandi menekankan pentingnya user experience, kemudahan integrasi antar produk, dan keandalan sistem untuk mendukung efisiensi karyawan, HR, hingga manajemen. “Kami ingin teknologi bukan menjadi beban, tetapi justru akselerator pertumbuhan bisnis,” tegasnya.

Melalui wawasan soal AI, privasi data, dan literasi digital, Mekari tak hanya membangun produk, tetapi juga mengedukasi pasar agar lebih siap menyambut tantangan revolusi digital. Di tengah pesatnya perkembangan pinjaman online, Mekari Flex hadir sebagai solusi etis untuk menjaga stabilitas keuangan karyawan. Sementara Mekari Sign memastikan validitas hukum dokumen digital yang kian krusial di era remote working.

Dengan lebih dari 35.000 perusahaan pengguna dan 1,7 juta karyawan aktif, Mekari menargetkan menjadi bagian penting dari infrastruktur digital bisnis Indonesia lima tahun ke depan. “Kami ingin bisnis merasa rugi jika tidak menggunakan Mekari,” tutup Suwandi.

Simak selengkapnya perjalanan dan visi besar Mekari hanya di Special Interview Bloomberg Technoz bersama host Maria Sarjana.

(red)