Tanpa peningkatan keterampilan secara sistematis, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kapasitas tenaga kerja diperkirakan akan semakin melebar. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya angka pengangguran struktural di berbagai negara.
Digitalisasi dan AI Ubah Struktur Pekerjaan
Akses Digital Ciptakan 19 Juta Pekerjaan
WEF menyoroti pertumbuhan akses digital sebagai salah satu tren makro paling transformatif. Akses digital diproyeksikan menciptakan sekitar 19 juta pekerjaan baru hingga 2030.
Namun di sisi lain, perkembangan ini juga diperkirakan menggantikan sekitar 9 juta pekerjaan lama. Pergeseran ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar menciptakan peluang, tetapi juga menghapus sejumlah peran tradisional.
Sektor berbasis teknologi, analitik data, serta layanan digital diprediksi menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan lapangan kerja baru. Meski demikian, pekerja di sektor administratif dan operasional rutin menghadapi tekanan terbesar.
AI dan Pemrosesan Data Geser 9 Juta Peran
Kecerdasan buatan dan pemrosesan data juga menjadi faktor utama perubahan struktur pekerjaan global. WEF memperkirakan teknologi ini akan menghasilkan sekitar 11 juta peran baru.
Di saat yang sama, sekitar 9 juta peran yang ada saat ini berpotensi tergeser oleh otomatisasi berbasis AI. Transformasi ini terjadi tidak hanya di sektor manufaktur, tetapi juga merambah sektor jasa dan industri kreatif.
"Adaptasi terhadap teknologi, termasuk AI generatif, menjadi sangat penting karena bahkan bidang kreatif seperti desain grafis mulai mengalami gangguan signifikan," ungkap WEF dalam laporannya.
10 Pekerjaan Berpotensi Hilang
Profesi dengan Penurunan Permintaan Tajam
WEF merilis daftar pekerjaan yang diperkirakan mengalami penurunan permintaan paling signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Penurunan ini terutama didorong oleh otomatisasi, sistem pembayaran digital, dan teknologi swalayan.
Berikut 10 pekerjaan yang berpotensi hilang akibat rendahnya permintaan:
-
Petugas pos
-
Teller bank dan petugas terkait
-
Petugas entri data
-
Kasir dan petugas tiket
-
Asisten administrasi dan sekretaris eksekutif
-
Pekerja percetakan dan pekerjaan terkait
-
Petugas akuntansi, pembukuan, dan penggajian
-
Petugas pencatatan material dan penyimpanan stok
-
Petugas transportasi dan kondektur
-
Pekerja penjualan keliling dan pedagang kaki lima
Profesi-profesi tersebut dinilai paling rentan karena tugasnya bersifat rutin dan mudah diotomatisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital turut mempercepat penurunan permintaan pada pekerjaan tersebut.
Tantangan dan Strategi Adaptasi
Kolaborasi Jadi Penentu Masa Depan
WEF menegaskan bahwa transformasi ini membutuhkan langkah strategis dari pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja sendiri. Tanpa koordinasi yang kuat, disrupsi berpotensi memperbesar kesenjangan keterampilan di pasar tenaga kerja global.
Investasi pada pendidikan berbasis teknologi, pelatihan ulang, serta kurikulum yang adaptif menjadi prioritas. Dunia usaha juga didorong untuk aktif menyediakan program peningkatan kompetensi bagi karyawannya.
Di tengah perubahan besar ini, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama keberlanjutan karier. Pasar kerja global memasuki era baru di mana fleksibilitas, literasi digital, dan penguasaan teknologi menjadi fondasi utama daya saing tenaga kerja hingga 2030.
(seo)






























