Mata Uang Kripto Belum Bakal Jadi Alat Pembayaran Seperti Fiat
Farid Nurhakim
18 February 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis mata uang senior di Bank Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Lee Hardman memandang bahwa mata uang kripto, termasuk Bitcoin, belum mencukupi sejumlah fungsi utama uang. Namun dia meyakini BTC hanya memiliki fungsi sebagai alat tukar.
“Mata uang kripto, termasuk Bitcoin, masih belum sepenuhnya memenuhi tiga fungsi utama uang: alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai. Bitcoin hanya berfungsi sebagian sebagai alat tukar,” ungkap Lee dalam laporan MUFG, dikutip Rabu (18/2/2026).
Dia mengungkapkan Bitcoin hanya dapat memproses sekitar tujuh transaksi per detik, jauh lebih rendah daripada kapasitas Visa kurang lebih 65.000 transaksi setiap detik dan Mastercard dapat melebihi 5.000 transaksi tiap detik. Ketidakpastian regulasi juga menghambat adopsi yang lebih luas oleh pedagang dan penyedia pembayaran.
“Bitcoin tidak diterima secara luas untuk transaksi sehari-hari, dan bahkan di tempat-tempat di mana Bitcoin diterima, waktu pemrosesan transaksi yang lambat dan biaya jaringan yang tinggi selama periode kemacetan membuatnya kurang praktis dibandingkan mata uang tradisional. Banyak bisnis yang ramah Bitcoin sejak awal, seperti Expedia dan Steam, telah berhenti menerimanya karena volatilitas dan kompleksitas operasional,” ucap Lee.
Akibatnya, Bitcoin kekurangan efek jaringan yang dibutuhkan untuk berfungsi sebagai alat tukar universal. Oleh karena itu, sebagian besar pemegang BTC tak menggunakannya buat transaksi sehari-hari. “Sebaliknya, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya terutama dipegang (HODL) sebagai aset spekulatif daripada sebagai bentuk uang digital yang fungsional,” tambah Lee.
































