Bantuan Diaspora di Malaysia untuk Aceh Tertahan di Bea Cukai
Dovana Hasiana
18 February 2026 15:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan terdapat bantuan dari diaspora di Malaysia untuk korban bencana banjir dan longsor Aceh yang tertahan di Bea Cukai. Tito mengatakan bantuan dalam bentuk uang dan pangan sejatinya dikirim kepada keluarga dan masyarakat di Aceh.
Tito mengatakan bantuan tersebut sudah siap dikirim dari Port Klang di Kuala Lumpur ke pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe, Aceh. Namun, saat ini masih tertahan karena Bea Cukai belum memberikan izin masuk.
“Kita tahu bahwa di Malaysia ada lebih kurang hampir 500.000 warga Aceh yang bekerja di sana, yang memiliki hubungan keluarga,” ujar Tito dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Rabu (18/2/2026).
Padahal, bantuan tersebut bersifat lintas masyarakat dan bukan dalam skema antar-pemerintah (government to government). Tito mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga telah mengatakan bahwa Indonesia dapat menerima bantuan sepanjang tak bersifat antar-pemerintah. Kepala Negara juga telah mengatakan agar bantuan tersebut dapat diterima sepanjang tak ada barang-barang terlarang seperti narkoba, senjata api, dan lain-lain.
“Kami sudah sampaikan bantuan antarpemerintah harus melalui Menteri Luar Negeri [Sugiono]. Namun ini dari komunitas masyarakat di sana yang ada hubungan keluarga yang mereka bekerja di Malaysia,” ujarnya.






























