“Disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di AS pada tanggal 19. Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.
Haryo memaparkan rangkaian kegiatan yang akan dijalankan Kepala Negara akan mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan AS. Hal itu merupakan bagian dari rangkaian acara Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade antara Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, untuk memastikan kesiapan agenda strategis tersebut, Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (15/02). Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Pertemuan dilakukan menjelang kunjungan presiden ke AS, guna menyamakan posisi kebijakan serta mematangkan strategi negosiasi ekonomi.
Dalam pertemuan di Hambalang, Prabowo menekankan pentingnya memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan terukur menjelang sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat, termasuk pertemuan dengan AS.
Presiden mengarahkan agar setiap perundingan harus memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas domestik, serta memperbesar kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global atau global supply chain. Pemerintah juga diarahkan memastikan posisi tawar Indonesia tetap kuat dan tidak merugikan kepentingan nasional.
(lav)



























