Logo Bloomberg Technoz

AS Sokong Pangkalan Filipina Dekat Sabah, Malaysia Siaga

News
19 August 2026 15:20

Anwar Ibrahim dalam pidato pro-Palestina di Kuala Lumpur, Malaysia./dok. Bloomberg
Anwar Ibrahim dalam pidato pro-Palestina di Kuala Lumpur, Malaysia./dok. Bloomberg

Philip J. Heijmans - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berjanji akan memperkuat sistem pertahanan negaranya dengan menyoroti kekhawatiran atas keberadaan pangkalan militer Filipina yang disokong Amerika Serikat (AS), berjarak hanya beberapa mil dari wilayah Sabah di Malaysia timur.

Anwar secara khusus menunjuk Pulau Balabac di Palawan selatan, lokasi di mana Filipina sedang meningkatkan fasilitas strategis dan membangun landasan pacu sepanjang 3 kilometer. Pulau tersebut merupakan satu dari sembilan lokasi di Filipina yang masuk dalam Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Tingkat Lanjut (Enhanced Defense Cooperation Agreement/EDCA). Perjanjian ini memberikan akses bagi pasukan AS ke lokasi-lokasi yang ditunjuk serta mengizinkan Washington mendanai pembangunan infrastrukturnya.


"Sebagai negara tetangga yang terdampak langsung oleh klaim atas Sabah, kami cukup khawatir dengan ketegangan ini meskipun hubungan bilateral kami dengan Filipina tetap sangat baik," ujar Anwar dalam acara penganggaran pada Selasa di ibu kota Putrajaya.

Anwar menyatakan Malaysia tidak dapat menandingi skala fasilitas militer dan angkatan udara yang sedang dikembangkan di Balabac. Namun, Kuala Lumpur tetap perlu memperkuat kemampuan pertahanan dasarnya di tengah lingkungan keamanan yang kian kompleks imbas persaingan antara AS dan China. Langkah tersebut, menurut Anwar, bisa membutuhkan tambahan anggaran hingga ratusan juta atau miliaran ringgit.