Logo Bloomberg Technoz

IHSG Finis di Zona Merah, Saham BYAN Jadi Biang Keladi

Muhammad Julian Fadli
19 August 2026 19:04

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,86% di posisi 6.394 pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026). Indeks Komposit ditekan performa negatif saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah saham barang baku lainnya.

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset di zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 6.490 hingga terdalam menyentuh 6.373.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 19 Agustus 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp14,28 triliun dari sejumlah 36,01 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 2,2 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 238 saham, dan 363 saham terjadi pelemahan. Sisanya 188 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham barang baku, saham konsumen non primer, dan saham konsumen primer utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 1,21%, 1,05%, dan 0,96% begitu juga saham perindustrian drop 0,78%, disusul oleh pelemahan pada saham kesehatan dengan melemah 0,75%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.