Pertumbuhan yang tinggi ini turut membantu pemerintah melampaui target konsolidasi fiskal selama dua tahun berturut-turut pada 2025. Defisit anggaran berhasil ditekan hingga 3,7% dari PDB, lebih rendah dari target semula sebesar 3,8%. Kementerian Keuangan pada Jumat lalu berjanji akan terus menjaga disiplin fiskal demi keberlanjutan jangka panjang sembari tetap mendukung momentum ekonomi.
Kinerja ekonomi yang solid dan inflasi yang terkendali membuat para analis memperkirakan bank sentral (Bank Negara Malaysia/BNM) akan tetap mempertahankan suku bunga hingga akhir 2026. Sebagai catatan, BNM hanya memangkas suku bunga acuan (Overnight Policy Rate/OPR) satu kali dalam lima tahun terakhir. Pada Jumat lalu, BNM menyatakan optimisme bahwa momentum pertumbuhan akan berlanjut tahun ini di tengah tekanan harga yang moderat.
"Kami memperkirakan tingkat inflasi di bawah 2% untuk tahun 2026 akan memberikan ruang bagi BNM untuk mempertahankan OPR di level saat ini," ungkap analis CIMB, Chew Khai Yen dan Michelle Chia, dalam catatannya pada Jumat. "Pemicu utama penilaian ulang posisi ini hanyalah jika terjadi inflasi tarikan permintaan yang tinggi dan berkelanjutan."
Meski demikian, volatilitas eksternal tetap menjadi risiko utama bagi Malaysia tahun ini. MBSB memperingatkan bahwa prospek perdagangan mungkin akan terkendala oleh dampak kenaikan tarif AS serta risiko melemahnya permintaan eksternal di pasar-pasar global utama.
(bbn)






























