Logo Bloomberg Technoz

Kemenangan PM Jepang Takaichi Picu Dilema Baru bagi China

News
10 February 2026 06:00

Presiden China Xi Jinping dan PM Jepang Sanae Takaichi. (Bloomberg)
Presiden China Xi Jinping dan PM Jepang Sanae Takaichi. (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Kemenangan telak Sanae Takaichi dalam pemilihan umum Jepang menempatkan pemimpin China, Xi Jinping, pada sebuah dilema besar: Apakah harus mulai membuka dialog dengan pemimpin Jepang paling populer pasca-perang tersebut, atau tetap melanjutkan hubungan yang membeku dengan sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Asia ini.

Takaichi keluar sebagai pemenang dari dari pemilu pada hari Minggu kemarin dengan mayoritas kursi bersejarah. Kemenangan ini memberinya mandat kuat untuk menjalankan kebijakan luar negeri yang lebih asertif, tepat di saat China terus meningkatkan tekanannya. Sejak November lalu, Beijing telah menerapkan kontrol ekspor dan pembatasan pariwisata untuk menekan Takaichi agar mencabut pernyataannya di parlemen mengenai kemungkinan pengiriman militer Jepang jika China menginvasi Taiwan.


Para pemimpin China kini harus memutuskan apakah akan tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Tokyo, atau mencari jalan keluar yang elegan dari perselisihan ini. Meski Takaichi menyatakan menginginkan hubungan yang stabil dengan Beijing, secara politik hampir mustahil baginya untuk menarik kembali ucapannya tanpa terkesan mengorbankan keamanan nasional Jepang.

Sejumlah pejabat Jepang, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas isu sensitif, mengatakan mereka berharap China pada akhirnya tak punya banyak pilihan selain kembali berinteraksi. Alasannya, mandat domestik Takaichi yang kuat membuat pemerintahannya kemungkinan akan bertahan selama beberapa tahun ke depan.