Pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik Smart Air tengah melayani penerbangan rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW). Pesawat tersebut berisi Pilot Egon Erawan, co-Pilot Baskoro, dan 13 penumpang yang terdiri dari 12 orang dewasa dan satu bayi.
Menurut laporan awal, pesawat lepas landas dari Tanah Merah pukul 10.35 WIT dan mendarat sekitar pukul 11.05 WIT di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Saat roda pesawat menyentuh landasan, tembakan tiba-tiba datang dari arah hutan oleh orang yang tak dikenal. Akhirnya, pilot, co-pilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri.
Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan untuk melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan. Dua awak pesawat dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak, yakni Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Baskoro sebagai co-pilot. Mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar landasan.
2. Penembakan Pesawat Asian One Air
Pada 16 Februari 2024, pesawat Cessna Grand Caravan registrasi PK-LTF milik PT Asian One Air juga menjadi sasaran penembakan. Kala itu, pesawat tengah melayani penerbangan rute Timika–Beoga dan membawa sembilan penumpang. Namun, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan penembakan terhadap pesawat tersebut. Untungnya, pilot dan seluruh penumpang pesawat tersebut selamat.
Pesawat PK-LTF tersebut melakukan penerbangan kedua dari Timika menuju Beoga pada pukul 23.59 UTC /08.59 WIT. Pada saat pesawat berada di posisi final sebelum mendarat (landing) - atau tepatnya pada ketinggian kurang lebih 300 kaki menuju runway - terdengar suara letusan tembakan dari arah belakang pesawat.
Kendati demikian, pesawat berhasil mendarat dengan normal di Distrik Beoga pada pukul 00.53 UTC/09.53 WIT. Setelah pesawat dalam posisi engine shutdown, Pilot in Command (PIC) melakukan pengecekan terhadap kondisi penumpang dan pesawat.
3. Penembakan Pesawat Wings Air
Tak berselang lama, atau tepatnya pada 17 Februari 2024, terjadi penembakan terhadap pesawat Wings Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata. Menyitir berbagai sumber, penembakan ini terjadi pada pesawat Wings Air PK-WJT jenis ATR 72-600 saat mendarat di Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Akibatnya, satu orang penumpang mengalami luka ringan karena terkena serpihan kabin.
Padahal, awalnya petugas patroli telah melakukan inspeksi pada runway dan dalam posisi stand by menerima kedatangan pesawat Wings Air. Kemudian, pesawat mendarat di Bandar Udara Nop Goliat Dekai. Setelah pesawat parkir, petugas mendapatkan informasi adanya bekas tembakan di bagian sisi kiri pintu belakang pesawat.
4. Penembakan Pesawat Trigana Air
Pada 9 Januari 2023, terdapat insiden penembakan pesawat kargo Trigana Air jenis caravan dengan registrasi PK-HVV milik PT Ikairos di Bandara Oksibil, Bintang, Papua Barat. Berdasarkan infomasi dari pilot dan petugas AirNav, penembakan terjadi di daerah short right base runway 11 atau turning short final runway 11 yang berjarak kurang lebih 2 Nm atau 3,6 kilometer dari ujung runway 11.
Pilot melaporkan kepada petugas air traffic controller (ATC) dan langsung melakukan return to base (RTB) ke bandara asal, yakni Bandara Tanah Merah. Setelah pesawat mendarat, ditemukan adanya bekas tembakan pada bagian-bagian pesawat seperti bagian bawah depan yang tembus hingga ke ruang kokpit.
5. Penculikan Pilot Susi Air
Tak hanya penembakan, serangan juga dilakukan dalam bentuk penculikan. Pada 7 Februari 2023, pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 dilaporkan hilang kontak. Padahal, pesawat dengan pilot bernama Phillip Mehrtens itu seharusnya kembali ke Timika pada 07.40 WIT. Akhirnya, ditemukan pesawat PK-BVY rute penerbangan perintis Timika-Paro dirusak oleh kelompok separatis TPNB-OPM pimpinan Egianus Kogoya. Perusakan dilakukan setelah mendarat di Lapangan Terbang Apro. Tak berselang lama, TPNB-OPM mengonfirmasi telah melakukan sabotase pesawat dan menyandera pilot yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru tersebut.
Tim gabungan TNI dan Polri melakukan berbagai upaya untuk membebaskan pilot tersebut. Akhirnya, pada 21 September 2024, Mehrtens dibebaskan setelah menjadi sandera selama 20 bulan lebih.
6. Penembakan Pesawat Komersial di Yahukimo
Komnas HAM memberikan informasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat membatalkan kunjungan kerjanya di Provinsi Papua Pegunungan pada pertengahan Januari lalu. Hal ini terjadi karena ada rangkaian upaya penembakan pesawat komersial yang mengudara di wilayah Yahukimo.
(dov/frg)






















