Logo Bloomberg Technoz

Agenda tersebut tidak hanya menyasar lembaga pemeringkat, tetapi juga investor global dan pemangku kepentingan internasional lainnya.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi mengenai reformasi kebijakan, regulasi, dan perbaikan iklim investasi yang tengah dilakukan pemerintah.

Rosan menyatakan banyak kebijakan yang dinilai positif yang belum sepenuhnya tersampaikan secara luas kepada komunitas internasional.

Di tengah rencana pemerintah melakukan roadshow dan memperkuat komunikasi dengan lembaga pemeringkat global, Danantara sendiri sebenarnya telah lebih dulu mengantongi peringkat kredit. 

Rosan menyampaikan bahwa Danantara telah memperoleh peringkat AAA dari Pefindo untuk penerbitan obligasi Patriot Bond.

Selain itu, Danantara juga mendapatkan rating BBB dengan outlook stabil dari Fitch Ratings, level yang sama dengan peringkat pemerintah Indonesia.

Rosan mengatakan, ke depan Danantara juga tengah dalam proses pengajuan peringkat kepada dua lembaga pemeringkat global lainnya, yakni Moody's Investors Service dan S&P Global Ratings.

Proses tersebut masih berlangsung sebagai bagian dari strategi memperluas pengakuan internasional.

“Kita [Danantara] in the process to get rating dari S&P and Moody’s,” jelasnya.

Menurutnya, kepemilikan rating dari lembaga-lembaga global tersebut penting untuk memperkuat kredibilitas Danantara di mata investor internasional, terutama dalam mengukur profil risiko dan struktur instrumen investasi yang akan diterbitkan ke depan.

Akhir Bulan

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, komunikasi tersebut bukan hanya ditujukan kepada Moody’s, melainkan kepada berbagai lembaga pemeringkat dan pelaku pasar global.

Dia menegaskan arahan Presiden agar para menteri lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan kebijakan kepada pelaku pasar modal, kalangan akademisi, media, hingga perwakilan diplomatik asing.

Airlangga juga menyampaikan bahwa pada 23 Februari 2026 pemerintah dijadwalkan bertemu dengan Fitch Ratings untuk membahas outlook, risiko, dan perkembangan ekonomi terkini. 

"Biasanya kita komunikasi secara terbuka outlook-nya seperti apa, kemudian resikonya apa dan lain-lain," kata Airlangga. 

 

(art/wdh)

No more pages