Logo Bloomberg Technoz

“Ini kita akan percepat, kita akan uji coba, sehingga nanti pengolahan sampah selain yang waste--to-energy, juga akan ada penanganan sampah skala mikro. Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih, ada juga akan berjalan bersama Danantara,” ungkap Brian.

Ke depannya, kata dia, penanganannya pun bakal bergerak di tingkatan kecil seperti kelurahan dan dinilai akan lebih efektif. Pihaknya juga bakal bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI untuk memastikan sejumlah teknologi yang ada itu bersih dan tak berdampak negatif pada lingkungan.

“Sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro di tingkat kelurahan, lebih efektif,” ujar Brian.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya bakal segera menggelar rapat dengan KLH RI dan Danantara untuk membahas pengembangan teknologinya yang lebih massal, agar standarnya pun lebih baik. Lalu dengan pemerintah daerah (pemda), mereka akan secepatnya melakukan uji coba di beberapa kota dan harapannya juga dapat mempercepat penanganan sampah, sambil menunggu proyek waste-to-energy yang sedang dijalankan oleh Danantara berjalan.

“Dalam tahun ini kita berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa. Ya, ini teknologinya tentu kita akan lihat ya ada gasifikasi, kemudian plasma-assisted, plasma dingin, dan sebagainya. Kita akan assess (menilai) lagi mana yang paling baik,” tutur Brian.

Dia juga mengatakan teknologi tersebut akan dipasang di tingkat kelurahan. Pemerintah menargetkan pengolahan sampah ini bisa mengolah sekitar 10 ton per hari.

“Jadi sampah di kelurahan, di desa, itu kira-kira besarannya 10 ton per hari, itu yang akan coba kita atasi. Harapannya juga dengan begitu, tidak ada mobilitas, mobilisasi sampah sehingga nanti lebih mengurangi ya,” jelas Brian.

“Jadi sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh gitu ya, jadi semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan,” imbuh dia. 

Menurut Brian, teknologi pengolahan sampah ini cukup satu di tiap kelurahan. Namun dia memastikan teknologinya tak dapat menciptakan listrik.

“Kalo yang ini tidak menghasilkan listrik. Jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu ya, yang nanti bisa dipakai untuk mencampur, dicampur pasir untuk apa, trotoar, untuk semen dan sebagainya,” tutup Brian.

(far/ain)

No more pages