Logo Bloomberg Technoz

"Informasi mengenai di mana tanam, kapan tanam dan jenisnya, selain itu mitigasi  berdasarkan pengaruh iklim. Pemahaman percabean harus mendalam, bukan seperti daging, telur, minyak.  Jadi menurut saya tidak akan efektif untuk cabai.” sebut Abdul.

Abdul menyebut semestinya pemerintah tak cuma mengendalikan harga di hilir saja, namun juga harus memberikan solusi untuk para petani cabai yang ada di hulu. Menurut Abdul, saat ini pemerintah kurang menguasai parameter yang ada di hulu.

“Parameter hulu tidak dikuasai, kondisi petani dibiarkan saat murah, permasalahan air kurang dan kelebihan belum dioptimalkan, teknologi belum dioptimalkan, semua hulu belum bisa diukur,” lanjut Abdul.

“Kalau padi tanam 100 hektare bisa diperkirakan panennya kalau cabai tanam 100 hektar bisa nggak panen.”

Abdul memberikan berbagai saran untuk pemerintah sehingga petani di hulu dapat menaikkan produksi yang imbasnya akan menekan harga cabai di hilir.

Pertama adalah memberikan pelatihan pada kelompok tani di sentra produksi teknik budidaya yang baik dan benar, dalam hujan dan kemarau. Kedua, Pendampingan Petani Maju, seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Kalau PPM kita jadikan leader untuk percabean minimal 3 tiap kabupaten, untuk cabai dan sayuran yang mempengaruhi inflasi” kata Abdul.

Selain itu, Pemerintah juga seyogyanya melakukan pengenalan teknologi sehatkan tanah, sehatkan tanaman. Apalagi bulan ramadhan selalu berubah waktunya, sehingga pemerintah harus mengantisipasi waktu tanam

Menyoal Hilirisasi Cabai

Lebih lanjut, Abdul mengatakan bahwa untuk percabaian, pemerintah bisa mengatur di tingkat budidaya, pasca panen, hilirisasi dan juga marketing, termasuk packaging yang ramah dengan kesehatan. Terkait dengan hilirisasi, Abdul bilang saat ini petani tengah membuat secara sederhana. 

“Kita masih membuatnya asal ada saja, belum dilakukan secara masif, misalnya kita harus membuat dry chili lokal karna impor kita masih tinggi  namun kita perlu skala yang besar terutama saat harga kita murah” tambah Abdul.

Terkait dengan hilirisasi ini, Abdul mengatakan bahwa diperlukan kapasitas yang besar, dan perlu ada kerjasama antar negara seperti  dari penyiapan manufaktur. Apalagi pembuatan saus masih di kuasai oleh industr .belum ada yang lokal dan besar.

“[Dukungan pemerintah diatas] Yang sampaikan belum ada, yang bantu kecil untuk perorangan, walau syarat adalah kelompok.  Harus mengarahnya pada industri, saya belum lihat ini” kata Abdul.

Versi Amran Mengenai Harga Cabai

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memilih jalan menerbitkan regulasi merespons lonjakan harga komoditas cabai.  

"Kita mau coba mengatur regulasinya, sehingga petani cabai juga jangan rugi sekali. Jadi fluktuasinya tinggi banget. Ini kita mau atur ke depan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Amran masih belum memerinci aturan apa yang akan dibuat.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Alih-alih menjelaskan detail regulasi, Amran justru menggarisbawahi mayoritas pangan Indonesia saat ini masih sangat stabil, seperti beras yang juga belakangan telah minim memberikan andil terhadap inflasi nasional secara keseluruhan.

"Kita syukuri dulu itu, kita syukuri pada petani Indonesia. Itu tidak mudah. Ini kerjaan nggak gampang. Petani ini beri ruang untuk pasti berproduksi," tutur Amran.

(ell/ain)

No more pages