Salah satu fitur yang sempat dibocorkan adalah privasi layar (privacy display). Teknologi ini dirancang untuk mencegah orang di sekitar mengintip layar pengguna S26 dengan membuat tampilan layar sulit dilihat dari sudut tertentu. Meski beberapa pelindung layar pihak ketiga menawarkan fungsi serupa, Samsung tampaknya telah menanamkan teknologi ini langsung ke dalam panel layar ponsel mereka.
Samsung juga terus berupaya memperluas kapabilitas perangkat lunak Galaxy AI untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna. Saat ini, Samsung masih mengandalkan Google Gemini untuk banyak fitur berbasis AI-nya, namun mereka sedang berupaya mengintegrasikan layanan dari OpenAI dan Perplexity AI Inc.
"Selama agen-agen AI ini kompetitif dan dapat memberikan pengalaman pengguna terbaik, kami terbuka bagi agen AI mana pun yang ada di luar sana," ujar Choi Won-Joon, Presiden sekaligus COO Divisi Mobile Samsung, kepada Bloomberg pada Juli lalu.
Meskipun perangkat lipat Samsung seperti Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z TriFold yang dibanderol seharga US$2.899 (sekitar Rp48 juta) mewakili pencapaian teknik yang mengesankan, meski kurang praktis bagi sebagian besar pengguna.
Itulah sebabnya peluncuran setiap seri Galaxy S sangat krusial bagi perusahaan. Selain ponsel, Samsung kemungkinan besar akan menggunakan ajang Unpacked bulan Februari ini untuk memperkenalkan earbuds nirkabel terbaru serta jajaran aksesori lainnya.
(bbn)






























