"Kita akan melihat dalam beberapa bulan ke depan apakah inflasi benar-benar turun menuju target kita dan apakah pasar tenaga kerja tetap stabil," kata Logan dalam sebuah acara di Austin.
"Jika demikian, ini menunjukkan bahwa sikap kebijakan kita saat ini sudah tepat dan tidak diperlukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut," ujarnya. "Namun jika inflasi turun tetapi disertai pelemahan yang lebih signifikan di pasar tenaga kerja, pemangkasan suku bunga kembali bisa menjadi tepat."
Data Terbaru
Hammack membagikan pandangan yang "optimis namun waspada." Ia menilai pertumbuhan ekonomi akan mendapat dorongan dari dukungan fiskal, suku bunga yang lebih rendah, serta faktor lainnya—pergeseran yang diharapkan mampu memperkuat pasar tenaga kerja. Ia juga memprediksi inflasi akan melandai tahun ini.
Meskipun pejabat The Fed merasa cukup tenang dengan angka inflasi yang lebih rendah dan stabilitas angka pengangguran, informasi terbaru pekan ini akan menguji penilaian tersebut. Data lapangan kerja Januari, yang sempat tertunda akibat penghentian operasi pemerintah (government shutdown), akan dirilis pada Rabu (11/2) ini, disusul laporan indeks harga konsumen (IHK) pada hari Jumat.
Kondisi ekonomi saat ini juga dibayangi oleh data penjualan ritel Desember yang lebih lemah dari perkiraan, di mana delapan dari 13 kategori mencatatkan penurunan.
Hammack menekankan pentingnya fleksibilitas dalam merespons ekonomi dan menyatakan keterbukaan untuk menaikkan suku bunga jika memang diperlukan.
“Saat ini, saya melihat risiko jalur suku bunga dana federal yang lebih tinggi atau lebih rendah relatif seimbang,” katanya. “Sejarah menunjukkan bahwa fleksibilitas memberikan manfaat.”
Ia juga menyoroti betapa krusialnya independensi The Fed agar para pejabat dapat mengambil keputusan sulit demi kepentingan ekonomi jangka panjang.
Dalam pidatonya, ia memberikan penghormatan kepada mendiang Gubernur The Fed Paul Volcker yang pernah menaikkan suku bunga secara drastis hingga memicu resesi demi menjinakkan inflasi tinggi pada tahun 1970-an.
"Sangat penting bagi kami untuk mempertahankan independensi tersebut sehingga kami dapat mengambil keputusan sulit jika diperlukan," tegas Hammack. "Karena terkadang itu berarti Anda harus merasakan sakit dalam jangka pendek untuk mendapatkan manfaat jangka panjang dari inflasi yang rendah secara berkelanjutan."
Pernyataan Hammack ini muncul di tengah tekanan politik yang kian nyata. Presiden Donald Trump secara terbuka menginginkan Gubernur The Fed berikutnya untuk menurunkan suku bunga. Trump bahkan mengeklaim bahwa pilihannya untuk memimpin bank sentral, Kevin Warsh, mampu membawa ekonomi tumbuh di angka 15%. Target ambisius ini dipandang sebagai tekanan besar bagi Warsh jika nantinya ia dikonfirmasi menduduki jabatan tersebut.
(bbn)






























