Logo Bloomberg Technoz

Masih Ada Persepsi Risiko, Rupiah Bergerak Terbatas di Pasar NDF

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 February 2026 08:30

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) mengalami penurunan tipis. 

Pada sesi pembukaan perdagangan offshore hari ini, Senin (9/2/2026), rupiah melemah 0,07% terhadap dolar AS ke posisi Rp16.876/US$. Namun tak berselang lama rupiah kembali menguat tipis dan menyisakan penyusutan hanya 0,05% menjadi Rp16.873/US$. 

Dari pasar Asia, penguatan indeks dolar AS yang relatif terbatas membuat pergerakan mata uang cukup beragam. DXY (indeks dolar terhadap enam mata uang Asia) hanya menguat 0,07% ke 97,7 lalu tak berselang lama malah susut 0,06% menjadi 97,57. 


Dari pasar yang sudah dibuka, terbatasnya pergerakan dolar AS pagi ini membawa penguatan terbesar yang datang dari baht Thailand 0,64%, disusul ringgit Malaysia 0,24%, dan yen Jepang 0,21%. 

Penguatan baht yang begitu signifikan dibanding negara peers lainnya di Asia, seiring potensi berlanjutnya kebijakan yang menjadi angin segar bagi investor menyusul ekspektasi kemenangan petahana. Investor sebelumnya khawatir terhadap berlanjutnya disfungsi politik .