Menyusul MSCI dan Moody's, FTSE Russell juga menyampaikan kekhawatirannya terkait investabilitas Indonesia. Kekhawatiran ini bukan sekadar menyoal kinerja ekonomi jangka pendek, tetapi juga isu struktural yang akan memengaruhi kenyamanan dan kepastian investor, seperti terkait tata kelola pasar, konsistensi kebijakan, dan kemudahan akses dan perlindungan investor asing.
Sementara dari pasar surat utang, setelah mengalami tekanan jual kemarin, sore ini beberapa imbal hasil (yield) mencatatkan penurunan walaupun masih dibanderol tinggi. Seperti yield tenor 1Y turun 2,7 bps namun masih berada di 5,04%, tenor 5Y turun 2,7 bps menjadi 5,81%, dan tenor 10Y turun 1,5 bps dengan yield 6,45%.
Penurunan yield obligasi mengindikasikan sinyal stabilisasi setelah tekanan jual lantaran turunnya outlook kredit pekan lalu. Namun level yield yang masih terbilang tinggi menunjukkan bahwa premi risiko Indonesia belum banyak menyusut.
(dsp/aji)
































