Apresiasi PNM, 101 Nasabah Mekaar Diberangkatkan Umroh

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan perempuan prasejahtera kembali diwujudkan melalui langkah nyata yang sarat nilai kemanusiaan. Perusahaan pembiayaan ultra mikro milik negara ini memberangkatkan 101 nasabah PNM Mekaar untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan, kesabaran, dan kepercayaan yang dibangun para nasabah selama bertahun-tahun menjalani proses pemberdayaan bersama PNM.
Keberangkatan 101 nasabah tersebut datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Masing-masing membawa cerita hidup yang berbeda, namun dipertemukan oleh semangat yang sama untuk bangkit dan mandiri. Di balik langkah kaki menuju Tanah Suci, tersimpan kisah jatuh bangun usaha, doa-doa yang dipanjatkan dalam keheningan, serta harapan yang dijaga dengan penuh ketekunan.
PNM secara total telah melayani 22,9 juta ibu-ibu prasejahtera di seluruh Indonesia melalui program PNM Mekaar. Angka tersebut mencerminkan skala besar dari upaya pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan. Program reward umroh menjadi simbol bahwa proses panjang tersebut dihargai secara tulus dan bermakna.
Apresiasi ini tidak dimaknai sebagai hadiah sesaat. PNM menempatkannya sebagai bagian dari perjalanan panjang pemberdayaan yang dijalani bersama nasabah. Melalui pendekatan ini, PNM ingin menegaskan bahwa setiap langkah kecil, disiplin membayar, dan konsistensi menjalankan usaha merupakan bagian penting dari proses yang layak dihormati.
Apresiasi sebagai Penghormatan atas Proses
Sebelum kloter terbaru ini, PNM telah lebih dahulu memberangkatkan 212 ibu-ibu pengusaha ultra mikro pada batch pertama. Keberlanjutan program ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memaknai apresiasi bukan sekadar berdasarkan hasil akhir, melainkan penghormatan terhadap proses yang dijaga bersama dalam jangka panjang.
Tidak hanya nasabah, PNM juga memberikan ruang penghargaan bagi insan di dalam perusahaan. Para karyawan yang terlibat langsung dalam pendampingan dan pelayanan kepada nasabah turut dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem pemberdayaan. Dengan demikian, semangat saling menghargai tumbuh di seluruh lini, dari internal perusahaan hingga ke akar rumput masyarakat.
Salah satu kisah yang mencerminkan dampak nyata program PNM Mekaar datang dari Ibu Siti Jumaidah, nasabah asal Lamongan. Perjalanan hidupnya dimulai dari pekerjaan serabutan demi bertahan hidup. Kini, ia mampu menjalani hari dengan lebih optimistik setelah memiliki usaha sendiri yang dibangun melalui pendampingan PNM.
“Terima kasih banyak PNM sudah menemani kisah hidup saya dari 0, dari mulai saya kerja apa saja, hingga saya bisa momong anak, saya sekarang bahagia sekali. Saya selalu doakan yang terbaik untuk PNM agar banyak menolong orang seperti saya,” tuturnya.
Testimoni tersebut menjadi gambaran bagaimana akses pembiayaan yang disertai pendampingan mampu mengubah cara pandang dan kualitas hidup nasabah. Bagi banyak ibu-ibu prasejahtera, usaha kecil bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga pintu menuju martabat dan kemandirian.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, menyampaikan bahwa program umroh ini merupakan wujud rasa syukur perusahaan atas kepercayaan yang diberikan para nasabah. Ia menegaskan bahwa PNM memandang nasabah sebagai mitra perjuangan yang tumbuh bersama dalam menghadapi tantangan hidup.
“Kami menitipkan doa dari Tanah Suci, agar langkah PNM senantiasa dijaga, diberi kelapangan, dan mampu terus menemani lebih banyak perjuangan hidup para nasabah di berbagai penjuru negeri,” ungkapnya.
Pesan tersebut menegaskan dimensi spiritual yang melekat dalam program apresiasi ini. Ibadah umroh diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman religius personal, tetapi juga sumber kekuatan baru yang memperkokoh semangat berusaha dan berbagi manfaat sepulang ke tanah air.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, pendekatan PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dilakukan dengan sentuhan empati dan keberlanjutan. Keberangkatan umroh ini menjadi simbol bahwa institusi keuangan negara mampu menghadirkan nilai lebih dari sekadar layanan finansial.
Dengan terus memperluas jangkauan dan menjaga kualitas pendampingan, PNM menegaskan perannya sebagai katalis perubahan sosial. Program reward umroh menjadi salah satu cara perusahaan mengingatkan bahwa di balik setiap angka dan laporan, terdapat manusia dengan cerita hidup yang layak dihargai dan dirayakan.
































